Thursday, 12 April 2018

Ikhlas ! Kamu pasti mengenalnya

Kau pasti familiar dengan dengan kata ikhlas ini ia begitu sederhana tapi ia mempunyai makna yang dalam, tidak banyak orang yang bisa mempelajari ilmunya, atau bahkan kebanyakan orang akan menyerah mungkin tanpa ia sendiri sadari. 
Ikhlas menurut ustadz Yayat Rukhiyat ia membagikan ilmunya, dan akupun tak akan mengentikannya hanya sampai disni.

Ikhlas itu ketika menyembunyikan amal soleh sebagaimana menutup rapat keburukan, ikhlas itu ketika meniatkan seluruh ibadah hanya untuk Allah sehingga tidak bangga akan pujian dan tidak peduli pada kecaman, ikhlas itu ketika dapat menolong sesama namun tidak mengharap balasan, ikhlas itu ketika mampu berbagi rezeki meskipun dalam keadaan terhimpit, ikhlas itu ketika rela mengalah dan merendahkan ego pribadi agar tidak terjadi perselisihan, ikhlas itu ketika tersenyum melihat oranglain bahagia walaupun kita sedang berduka, ikhlas itu ketika harus melepaskan sesuatu demi kebaikan bersama sekalipun kita yang terluka, ikhlas itu ketika dihujani kata-kata yang menyakitkan tapi malah membanjirinya dengan do'a kebaikan, ikhlas itu ketika mampu memaafkan tanpa perlu mengingatnya lagi dengan kebencian, ikhlas itu ketika membalas setetes kejahatan melalui selautan kebajikan, ikhlas itu ketika menerima kenyataan bahwa takdir Allah adalah kehendak Allah walau terkadang di awal tidak seperti yang di inginkan.

Ya, ikhlas memang seperti surat al-ikhlas tidak ada kata-kata ikhlas pada ayatnya ikhlas tidak terlihat, tidak tergambarkan, tidak terdengar, tidak terdefinisi karena ikhlas hanya akan terasa di dalam lubuk hati kita sendiri yang berjaya memahaminya. Semoga kita diberi banyak kemudahan untuk menguasai salah satu ilmu tersulit dalam kehidupan ini yaitu keikhlasan.

Masih dengan ilmu ikhlas, suatu ketika, ada seorang laki-laki datang kepada Rasullulah SAW untuk mengadukan ayahnya yang telah menghabiskan uangnya tanpa meminta izin terlebih dahulu kepadanya, Rasullulah SAW memanggil ayah orang itu kehadapan beliau. Ketika lelaki jompo itu datang dengan tertatih-tatih bersandar dengan tongkatnya Rasullulah SAW bertanya :
  
"Betulkah kamu telah mengambil uang anakmu tanpa seizinnya?"
Sambil ia menangis ia menjawab pertanyaan Rasullulah SAW
"Wahai Nabi Allah, ketika aku kuat dan anakku lemah, ketika aku kaya dan ia miskin aku tidak membelanjakan uangku kecuali untuk memberi makan dia, bahkan aku terkadang membiarkan diriku menahan lapar asalkan dia bisa makan, sekarang aku telah tua dan lemah sementara anakku tumbuh kuat, aku telah jatuh miskin sementara anakku menjadi kaya, dia mulai menyembunyikan uangnya dariku, dahulu aku menyediakan makan untuknya tapi sekarang dia hanya menyiapkan makan untuk dirinya sendiri, aku tak pernah seperti dia memperlakukan aku, jika saja aku masih kuat dulu wahai Rosul aku masih akan merelakan uangku untuk dia"
Ketika mendengar hal ini air mata Rasullulah SAW jatuh berlinang seperti untaian mutiara menimpa janggutnya yang suci, dan Nabipun menjawab :
"Baiklah, demikian sabda Rasullulah SAW "Habiskan seluruh uang anakmu sekehendak hatimu, uang itu milikmu"(al-hadist). Karena engkau dan seluruh hartamu adalah kepunyaan kedua orangtuamu"

Untuk Engkau  yang orangtuannya yang masih hidup, mungkin kesempatan kita untuk berbakti kepada mereka tidak begitu lama lagi, sangat dianjurkan kita yang tinggal jauh dari orangtua pulanglah segera temui dan pandang wajah mereka dengan penuh cinta yang tulus dan ikhlas karena boleh jadi wajah itu tidak akan lama lagi menghilang dari pandangan kita untuk selama-lamanya. Semoga yang kita lakukan menjadi amal soleh dan menjadi ibadah sebagai wujud pengabdian kita kepada kedua orangtua yang sangat kita cintai.

Engkau tau? pengabdian juga termasuk ilmu ikhlas yang tertingi. terkadang kita lupa tapi kita punya kesempatan untuk saling mengingatkan.

Halim perdana kusuma Airport
12 April 2018
 

Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment