Wednesday, 21 February 2018

Reruntuhan kisah 28 tahun

Kelak saat aku bertemu denganmu aku ingin mengenalkan sang penandai yang handal, dia adalah ahli dalam menceritakan sebuah kisah, aku ingin kau mendengar kisahnya yang ia ceritakan juga kepadaku seseorang yang gagah dan tegar yang terus berjalan diantaran reruntuhan kisah - kisah kehidupannya.

Mungkin bukan hal yang mudah yang ia jalani, mendengar kisahnya dari sang penandai aku seperti mengenalnya sangat dalam, ia yang keras namun juga lembut, rapuh namun juga tegar, tidak punya hati namun juga penuh cinta. Kehidupan seperti telah menempanya begitu dalam, imajinasiku berlari jauh ingin menyaksikan bagaimana ia melewati jalan terjalnya sendiri, aku tak mendapatkan informasi dari sang penandai dimana aku bisa menemuinya. Dari kisahnya ia begitu istimewa bagaimana bisa kau bertemu dengan orang yang keras namun juga lembut, rapuh namun juga tegar, tidak punya hati namun juga penuh cinta rasanya tidak ada orang seperti itu bukan, ia mempunyai peran yang berbeda itu sangat wajar dari semua rentetan kisah yang sudah ia lalui selama 28 tahun hingga hari ini bahkan. 

Begitu piawai sang penandai menceritakan kepadaku, kau harus dengar bagaimana ia melalui hidupnya dengan gigih. Bagi yang tidak mengenalnya mungkin hanya sisi gelap yang bisa kau lihat tentu saja yang keras tanpa kelembutan, yang rapuh tanpa ketegaran atau bahkan yang sadis tanpa rasa cinta seperti melekat erat pada dirinya. Tapi, sisimu yang lain tidak perlu kau jelaskan pada mereka karena jika mereka yang telah mengenalmu yang telah mencintaimu mereka tak membutuhkan itu, mereka akan selalu bisa melihat sisi lembutmu, sisi tegarmu juga sisi penuh cintamu mereka semua bisa melihat itu tanpa kata, tanpa bertanya. Hening, namun jiwa kalian berkata-kata.
  
Diluar mungkin ia seperti laut yang bergemuruh namun begitu tenang di dalamnya, mungkin laut itu begitu menakutkan karena ia akan menghancurkan siapa saja yang menghampirinya dengan melawan arus tanpa mengikuti ritmenya jika kau kuat maka kau akan sampai dikedalamanya yang begitu tenang tapi jika kau tak sanggup mengikuti arusnya dan bersikeras melawanya maka aku pastikan kau akan tenggelam tanpa tahu bahwa di dalamnya ia begitu tenang.

Sang penandai, terimakasih telah bercerita padaku tentang sosoknya, kelak akan ku ceritakan lagi kisahnya pada yang lain, agar mereka tau bahwa semua yang terjadi pada kehidupan ini memiliki buah, jika kau menanam buah dengan rasa yang manis maka kau akan mendapatkan buah yang manis juga, tapi jika kau menanam buah yang rasanya pahit maka buah itulah yang akan kau petik sendiri. 
Kehidupan selalu adil, seseorang yang telah memberikan kehidupan manis tentu tidak akan mendapatkan kehidupan yang pahit begitupun sebaliknya ia selalu adil tanpa kita duga. Atau kau sendiri yang tidak pernah mengerti keadilan?


Halim Perdanakusuma Airport
Jakarta, 22 Februari 2018
Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment