Wednesday, 22 February 2017

Tidak ada pilihan yang tersisa dalam kehidupan kita, selain hanya diri kita sendirilah pilihanya.

Kadang hidup memang lebih sering berisi apa yang tidak kita inginkan, dan kita seakan - akan dipaksa masuk kedalamnya, merasa tak punya pilihan, hingga satu - satunya pilihan yang tersisa adalah diri kita sendiri. Tapi dari semua hal yang kita jalani pasti selalu ada hal yang lebih baik, sukar memang dan bukan perkara mudah tapi apapun itu semoga kita termasuk orang - orang yang pandai dalam berdamai dengan diri sendiri.

Faktanya ini bukan tentang apa dan siapa kita dihadapkan, semua itu seringkali tidak begitu berpengaruh justru yang menjadikan semua itu terasa sulit adalah diri kita sendiri. Kita cenderung terpaku dan sulit menerima baik keadaan ataupun orang yang tidak sesuai dengan keinginan kita. Tapi, apakah kita harus menolaknya? atau bahkan menerimanya? keputusan inilah yang sebenarnya akan memberikan perubahan besar dalam kehidupan kita. Lagi - lagi kembali pada diri kita sendiri, saat kita berdamai mungkin kita akan lebih mudah menjalaninya tapi saat kita sulit untuk berdamai maka semua hal yang kita jalani secara terpaksa akan semakin berat dan perlahan tapi pasti ia akan membunuh diri kita sendiri. 

Tidak perlu terburu - buru untuk memutuskanya karena faktanya kita perlu perenungan yang mendalam, petunjuk dari sang maha atas semua do'a - do'a yang kita rapalkan dalam setiap sujud - sujud panjang disepertiga malam, beristirahat sejenak untuk memulai dan berjuang dengan semua keputusan yang telah kita ambil. ini mungkin adil yang menyakitkan ; ia boleh diam tanpa memberi petunjuk, tapi ada juga hati yang bersiap pergi tanpa mengangkat telunjuk.

Tidak ada pilihan yang tersisa dalam kehidupan kita selain hanya diri kita sendirilah pilihanya, karena sejatinya orang yang beruntung ialah mereka yang mampu menerima diri sendiri. Mencintai tubuhnya dan merawat tabahnya. Apapun bentuknya kita hanya akan selalu belajar untuk berdamai sampai kita menjadi seseorang yang mahir semakin di asah maka semakin tajam semakin merunduk dan semakin bersyukur. Tak ada yang sia - sia selama kita berdamai dengan diri kita sendiri atas semua hal yang telah di hadapkan dan ditetapkan. Pilihanya hanya satu yaitu KITA BAHAGIA.

Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment