Thursday, 17 September 2015

Rumi dan Botol Minumannya


Suatu malam, Maulana Jalaluddin Rumi mengundang Syams Tabrizi ke rumahnya. Sang Mursyid Syamsuddin pun menerima undangan itu dan datang ke kediaman Maulana. Setelah semua hidangan makan malam siap, Syams berkata pada Rumi;
“Apakah kau bisa menyediakan minuman untukku?”. (yang dimaksud : arak / khamr)

Maulana kaget mendengarnya, “memangnya anda juga minum?’.
“Iya”, jawab Syams.

Maulana masih terkejut,”maaf, saya tidak mengetahui hal ini”.

“Sekarang kau sudah tahu. Maka sediakanlah”.
“Di waktu malam seperti ini, dari mana aku bisa mendapatkan arak?”.
“Perintahkan salah satu pembantumu untuk membelinya”.

“Kehormatanku di hadapan para pembantuku akan hilang”.

“Kalau begitu, kau sendiri pergilah keluar untuk membeli minuman”.

“Seluruh kota mengenalku. Bagaimana bisa aku keluar membeli minuman?”.

“Kalau kau memang muridku, kau harus menyediakan apa yang aku inginkan. Tanpa minum, malam ini aku tidak akan makan, tidak akan berbincang, dan tidak bisa tidur”.

Karena kecintaan pada Syams, akhirnya Maulana memakai jubahnya, menyembunyikan botol di balik jubah itu dan berjalan ke arah pemukiman kaum Nasrani.

Sampai sebelum ia masuk ke pemukiman tersebut, tidak ada yang berpikir macam-macam terhadapnya, namun begitu ia masuk ke pemukiman kaum Nasrani, beberapa orang terkejut dan akhirnya menguntitnya dari belakang.

Mereka melihat Rumi masuk ke sebuah kedai arak. Ia terlihat mengisikan botol minuman kemudian ia sembunyikan lagi di balik jubah lalu keluar.

Setelah itu ia diikuti terus oleh orang-orang yang jumlahnya bertambah banyak. Hingga sampailah Maulana di depan masjid tempat ia menjadi imam bagi masyarakat kota.

Tiba-tiba salah seorang yang mengikutinya tadi berteriak; “Ya ayyuhan naas, Syeikh Jalaluddin yang setiap hari jadi imam shalat kalian baru saja pergi ke perkampungan Nasrani dan membeli minuman!!!”.

Orang itu berkata begitu sambil menyingkap jubah Maulana. Khalayak melihat botol yang dipegang Maulana. “Orang yang mengaku ahli zuhud dan kalian menjadi pengikutnya ini membeli arak dan akan dibawa pulang!!!”, orang itu menambahi siarannya.

Orang-orang bergantian meludahi muka Maulana dan memukulinya hingga serban yang ada di kepalanya lengser ke leher.

Melihat Rumi yang hanya diam saja tanpa melakukan pembelaan, orang-orang semakin yakin bahwa selama ini mereka ditipu oleh kebohongan Rumi tentang zuhud dan takwa yang diajarkannya. Mereka tidak kasihan lagi untuk terus menghajar Rumi hingga ada juga yang berniat membunuhnya.

Tiba-tiba terdengarlah suara Syams Tabrizi; “Wahai orang-orang tak tahu malu. Kalian telah menuduh seorang alim dan faqih dengan tuduhan minum khamr, ketahuilah bahwa yang ada di botol itu adalah cuka untuk bahan masakan. Seseorang dari mereka masih mengelak;

“Ini bukan cuka, ini arak”. Syams mengambil botol dan membuka tutupnya. Dia meneteskan isi botol di tangan orang-orang agar menciumnya. Mereka terkejut karena yang ada di botol itu memang cuka. Mereka memukuli kepala mereka sendiri dan bersimpuh di kaki Maulana. Mereka berdesakan untuk meminta maaf dan menciumi tangan Maulana hingga pelan-pelan mereka pergi satu demi satu.

Rumi berkata pada Syams, “Malam ini kau membuatku terjerumus dalam masalah besar sampai aku harus menodai kehormatan dan nama baikku sendiri. Apa maksud semua ini?”.

“Agar kau mengerti bahwa wibawa yang kau banggakan ini hanya khayalan semata. Kau pikir penghormatan orang-orang awam seperti mereka ini sesuatu yang abadi? Padahal kau lihat sendiri, hanya karena dugaan satu botol minuman saja semua penghormatan itu sirna dan mereka jadi meludahimu, memukuli kepalamu dan hampir saja membunuhmu. Inilah kebanggaan yang selama ini kau perjuangkan dan akhirnya lenyap dalam sesaat.

Maka bersandarlah pada yang tidak tergoyahkan oleh waktu dan tidak terpatahkan oleh perubahan zaman.

(*Dari kumpulan kisah Maulana Jalaluddin Rumi)

Tuesday, 28 April 2015

Kepada Hati-hati Penyabar yang Telah Tabah Mengakrabi Sepi

Kau mengeluh betapa sering sepi menyelinap ke balik selimutmu
menjambret semua hangat yang tersimpan di situ.
Gelisah senyap khatam kau cumbui, kesepian tamat kau jamahi.
Kau merasa seperti narapidana yang dikurung di sel ekstrakdisi — benar-benar seorang diri.
Kau lupa, perjalanan itu sebenarnya tak begitu sunyi.
Hatimu ada, dia setia. Membersamai langkahmu tanpa perlu diminta.
Hatimu panglima perang bernyali jawara. Dia tak pernah menyerah meski tubuhnya penuh gulir luka

Akhirnya kau luangkan waktu melongok sejenak demi menjenguk si hati — dia yang selama ini kau diamkan karena takut merasa sakit lagi. Atau memang enggan kau akrabi atas alasan menjaga diri. Pelan kau rogoh kantung kemeja lawas yang tersimpan di lemari, mengambil anak kunci yang masuk kategori keramat selama ini.
Inilah momen paling syahdu dalam hidupmu– ketika anak kunci menemukan ulirnya, kau putar tanpa berpikir lama. Bunyi “klik” menguar ke udara, tanda hatimu kembali terbuka. Bangun dari hibernasinya sekian lama. Kau ambil waktu untuk memandanginya — hanya untuk sadar bahwa kini bentuknya tak lagi sama.
Ada luka yang menghiasi tiap lekukan sudutnya. Warnanya yang dulu merah muda kini berganti jadi marun tua. Hatimu tidak lagi mudah mengumbar tawa. Dia tenang, keras seperti pualam. Bulu kuduk di tengkukmu berdiri menyadari betapa sepinya hatimu selama ini. Dengan suara terlembut yang bisa mulutmu buat kau lontarkan tanya,

“Masihkah kau tabah, atau kali ini kita harus bersepakat untuk menyerah?”

Layaknya titah pandita raja ia menjawab dengan gagahnya, 

“Bertahanlah. Aku cukup tabah memanggul pedih. Kini giliranmu memangkas beban dengan perlahan melesap perih.” 

Sedang kamu tak lebih dari Tuan Kepala Batu. Nyeri yang datang tak cuma sekali membuatmu pongah meracah harapan-harapan baik di depan hidungmu
Sebenarnya kamu mengenal baik manusia yang hangat hatinya. Dulu, dulu sekali– di hadapanmu ia ceritakan mimpi dan harapan-harapan baik.
Kamu sempat percaya, bahkan turut bahagia hanya jadi pendengar setianya. Tapi kini cerita berganti dari roman jadi suspense yang menguji nyali. Sayangnya kamu terlalu terbiasa dengan dongeng yang isinya cuma putri, pangeran, dan akhir bahwa mereka hidup bahagia selamanya.
Jujur saja, sebagai manusia kamu sudah lupa rasanya bahagia. Bibirmu terlalu lama libur dari kegiatan senyum tulus dan gelak riang. Kamu lupa bagaimana hati bisa berdesir saat senang; kamu tak lagi tahu apakah jemari yang saling bertaut bisa menghasilkan gelenyar listrik — tubuhmu sudah diset untuk bergerak tanpa banyak telisik.
Kalau saja mengakrabi sepi bisa menghasilkan gelar akademik di depan nama, dijamin saat ini kamu sudah mengantungi gelar Doktor seperti lulusan S3.
Sayang, jadi pengepul sepi hanya memberimu seikat sunyi yang khidmat kamu peluk hingga saat ini.
Mulai saat itu harapan-harapan baik kau panggil pulang. Satu persatu kau angkat mereka ke depan hidungmu, kau pandangi lama-lama. Kemudian tanpa banyak bertanya kau racah mereka kecil-kecil agar bisa masuk ke saku celana.

Di pupilmu air mata sudah membangun menara. Pada halaman depan rumahmu kuat terpancang pohon duka. Sepi, sekian lama jadi kawan paling setia 

Hapalanmu soal sakit dan bagaimana mengakrabi sepi sudah sampai pada level tertingginya. Kini kamu mengerti bagaimana nyeri akan merambat dari tengah dada ke kebasnya tangan setiap melihatnya meremehkan perhatian. Kamu sudah hapal di luar kepala bagaimana pucuk hidung meremang setiap namanya berkelebat di kepala.
Orang bilang kamu menyerah pada sepi dan sakit yang tak pernah alpa menghampiri. Kamu enggan berjuang mengalahkan keheningan yang meliputi hati.
Apa yang salah dengan mengakrabi sepi yang sedikit berbalut rindu? Tanganmu menyisip ke kantung celana, tempat racahan harapan-harapan baik tersimpan sekian lama. Kali ini kamu lebih memilih percaya pada firasat bahwa sesuatu yang menjanjikan akan datang pada akhirnya.
Kau tiriskan rendaman duka yang tertinggal di ember berjam-jam lamanya. Berjam-jam yang jauh lebih panjang drai perhitungan manusia biasa. Pada pohon duka yang gagah berdiri kau letakkan mereka. Dengan jujur kau akui sedihmu, ikhlas kau nyatakan sepimu — tapi bukan berarti kau tak sabar menunggu.
Kau sesap pahit kenangan yang kini datang dengan lebih santun. Alih-alih mengeluh kau malah menghitung tonjokan ke ulu hati yang datang beruntun. Duka dan sendiri tak lagi abu-abu di matamu. Mereka berubah jadi ungu, pink, bahkan biru lewat imajinasimu.
Tapi semenjak kau tahu kehilangan hanya butuh dilawan dengan doa — mulai saat itu kesepian tak lagi harus menyisakan air mata 

Tidak ada yang pantas disalahkan. Kalian hanya dua manusia yang berjalan di dua cabang berlainan.
Baginya harapan seperti energi terbarukan. Sedang bagimu, sejak saat itu, ia seperti anak hilang yang tak pernah lagi pulang.
Kalian dua manusia cerdas yang sama-sama tahu apa yang harus disudahi. Hanya sempat terlampau pengecut untuk berani menghadapi sendiri.
Bagimu harapan tinggi harus segera dipangkas sependek rambut tentara. Sementara baginya ia perlu belajar memperlakukanmu seperti manusia. Bukan warung makan Padang yang bisa didatangi seenaknya.
Hari-harimu jadi zombie yang tak bisa berpikir dengan akal sehat sudah lewat masanya. Kini kamu bisa memaksa diri bangun di pagi hari, meski namanya tetap belum terhapus dari hati. Impianmu perlahan mulai kau kejar lagi, walau sesekali kau bayangkan betapa nyaman jika ia ada di sisi untuk mendampingi. Perlahan kau mulai bisa hidup untuk diri sendiri, meski jujur kau tahu kau bukanlah orang yang sama lagi.
Seklise apapun kedengarannya kekuatan tak lain datang dari doa-doa kecil yang kau uarkan ke udara. Kau percaya doa menguatkanmu, tanpa sentuh tangan langsung doamu pun mengasihinya. Dalam tiap sujud dan tangkup tangan kau sisipkan namanya ke telinga Sang Pencipta. Berharap Ia mendengar permohonan HambaNya yang tak punya daya.
Tak ada kesedihan yang pantas disantuni. Hati tabahmu pun mengerti kau pantas mendapatkan lebih dari yang gigih kau perjuangkan saat ini

Sepanjang liku jalan ini kau belajar. Kau hanya boleh menengok lagi pada ia yang bisa menjaga hati. Karena kebanyakan manusia lebih menghargai ia yang hengkang tanpa pernah melongok lagi.
Kini kau tahu, beberapa mereka yang memilih pergi memang tak ingin melihatmu jungkir-balik jumpalitan mengusahakannya kembali. Bagi mereka kamu hanya tanah lapang persinggahan, persimpangan yang harus dilalui. Dan betapa bodohnya dirimu jika keras kepala memperjuangkan ia yang bahkan tak mau lagi sekadar menitip hati.
Kau pernah hidup berjubah rindu. Sajak-sajak pilu sempat berloncatan tanpa henti di kepalamu. Tapi kini kau tahu, kesedihan macam ini tak pantas disantuni. Tiba saatnya kau hidup dengan gagah berani.
Kini kamu tak ingin berdebat siapa yang kalah dan siapa yang menang dalam pertandingan soal perasaan. Telah tuntas kau makamkan berbatang-batang perdu kesepian. Jika sepi memang sudah tertakdirkan sampai hari bahagia itu datang, mengelabuinya dengan kehangatan semu justru bisa jadi sebuah kejahatan.
Sedang kamu, dan hati tabahmu bukanlah pecundang.


(Tuhan tak akan menabahkan hatimu tanpa rencana. Sekarang giliranmu bertahan sekuat tenaga)
#Gadis#RentiSusanti
by hipwee

Thursday, 19 March 2015

Nasihat Mulia Rasulullah SAW Kepada Putrinya

Suatu hari Rasulullah SAW menemui putrinya yang bernama Fatimah Az-Zahra yang sedang menggiling syair (sejenis tumbuhan padi) dengan menggunakan penggilingan yang terbuat dari batu sambil menangis.

Melihat putrinya menangis, Rasulullah SAW bertanya, “Apa yang menyebabkan engkau menangis, wahai Fatimah? Semoga Allah SWT tidak menyebabkan matamu menangis.”

Fatimah berkata, “Wahai Ayah, penggilingan dan urusan-urasan rumah tangga yang menyebabkan aku menangis, kiranya ayah sudi untuk meminta Ali (suami Fatimah) untuk mencarikan seorang jariyah (pembantu) untuk membatuku menggiling dan mengurus pekerjaan-pekerjaanku di rumah?”

Kemudian Rasulullah SAW bangkit dan mendekati penggilingan itu seraya berucap, ”Bismillahir rahmaanir rahiim.” Dengan izin Allah Swt, penggilingan itu berputar tanpa ada yang menggerakkan seraya mengucapkan tasbih kepada Allah SWT dalam berbagai bahasa sehingga habislah butiran-butiran syairitu.
Setelah itu, Rasulullah SAW mendekat seraya berkata kepada penggilingan, “Berhentilah berputar dengan izin Allah SWT. Kemudian penggilingan tersebut berhenti berputar seraya berkata, “Wahai Rasulullah Saw, seandainya engkau perintahkan untuk menggiling syair dari masyriq hingga maghrib niscaya hamba akan menggilingnya sampai habis semuanya. Sesungguhnya hamba telah mendengar firman Allah Swt yang berbunyi dalam QS. At-Tahrim [66]: 6

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”(Qs. At-Tahrim (66) : 6)

Setelah melantukan ayat tersebut, penggilingan itu berkata, “Wahai Rasulullah SAW hamba sangat takut menjadi batu yang menjadi bahan bakar api neraka kelak.”
Rasulullah SAW berkata kepada penggilingan tersebut, “Bergembiralah, karena engkau salah satu batu mahligai Fatimah Az-Zahra yang ada di dalam surga”. Setelah mendengar kabar tersebut, penggilingan tersebut diam seperti sedia kala.

Kemudian Rasulullah SAW memberikan nasihat kepada putrinya,

  1.  Wahai Fatimah, seorang perempuan manapun yang menggilingkan tepung untuk suami dan anak-anaknya, maka Allah SWT akan menuliskan suatu kebaikan dan menaikkan derajatnya dari setiap biji gandum yang digilingnya.
  2. Wahai Fatimah, seorang perempuan yang menggilingkan gandum hingga ia berkeringat, maka Allah SWT akan menjauhkan dirinya dari neraka tujuh buah parit.
  3. Wahai Fatimah, seorang perempuan yang meminyaki rambut anaknya kemudian menyisir rambut mereka dan mencuci pakaian, niscaya Allah SWT akan mencatatkan pahala baginya seperti orang yang memberi makan kepada seribu orang yang lapar dan memberi pakaian kepada seribu orang yang telanjang.
  4. Wahai Fatimah, seorang perempuan yang yang menghalangi hajat tetangganya, maka Allah SWT akan menghalangi meminum air telaga Kautsar pada hari kiamat.
  5. Wahai Fatimah, ketahuilah yang paling utama adalah bahwa ridla suami adalah ridla Allah SWT dan kemarahan suami merupakan kemarahan Allah SWT.
  6. Wahai Fatimah, seorang perempuan yang sedang hamil akan dicatatkan kebaikan-kebaikan dan dihapuskan kejahatan darinya serta para malaikat akan beristigfar untuknya.
  7. Wahai Fatimah, seorang perempuan yang hendak melahirkan anaknya, Allah SWT akan mencatatnya sebagai pahala seperti orang yang berjihad di jalan Allah SWT.
  8. Wahai Fatimah, seorang perempuan telah melahirkan anaknya, maka dia terbebas dari dosa-dosa seperti keadaan pada hari dilahirkan oleh ibunya. Dan jika meninggal ia tidak menanggung dosa sedikit pun hingga kuburnya menjadi taman surga bagi dirinya.
  9. Wahai Fatimah, seorang perempuan yang melayani suaminya sehari semalam dengan baik, lemah lembut dan ikhlas maka Allah SWT akan mengampuni dosa-dosanya dan kelak akan mengenakan pakaian berwarna hijau di surga dan memberikan kebaikan setiap helai bulu dan rambut yang ada di tubuhnya.
  10. Wahai Fatimah, seorang perempuan yang tersenyum manis dan lembut dihadapan suaminya akan dipandang Allah SWT dengan pandangan penuh rahmat.
  11. Wahai Fatimah, seorang perempuan yang menyiapkan tempat istirahat bagi suaminya dan menata rumah dengan baik hati dan sabar, maka malaikat akan menyeru, ”Teruslah beramal, Allah Swt. akan mengampuni dosa-dosamu yang telah lalu dan akan datang.”
  12. Wahai Fatimah, seorang perempuan yang meminyaki rambut dan janggut suaminya, memotong kumisnya, serta mengguntingkan kukunya, maka Allah SWT akan memberinya minuman dari sungai-sungai surga dan Allah SWT memudahkan saat sakaratul mautnya kemudian menjumpai kuburnya bagaikan taman-taman surga. Selain itu, Allah SWT akan menyelamatkan dirinya dari api neraka dan selamatlah ia dari titian shirat.
Sungguh Rasulullah SAW teladan mulia, bertutur kata lembut, berjiwa ksatria. Ia selalu memberi nasihat bermanfaat, memberi semangat pada putrinya yang telah penat, mencontohkan keistimewaan wanita yang bertaqwa.

Wallah A’lam.

Tuesday, 3 February 2015

Langkah untuk bisa Berdamai dengan Rasa Kehilagan

Perpisahan adalah hal yang niscaya. Kehilangan bisa terjadi pada siapa saja. Tuntutan untuk melepaskan seseorang dari kehidupanmu, entah karena ketidakcocokan pribadi atau lingkungan yang mengkhianati atau harus ditinggalkan karena takdir yang mengharuskan, itu bisa kapanpun kita temui.
Namun, tak semua dari kita tahu bagaimana cara menghadapi kehilangan. Tidak jarang, kita harus melalui proses yang cukup panjang untuk menerima sebuah perpisahan. Ada beberapa hal yang perlu kamu ketahui supaya proses penerimaan ini tak perlu berlarut-larut, dan agar kesedihan tak akan membuatmu terus terpuruk.Insyaallah..^-^

 ========================================
 " Tak usah membohongi perasaanmu. Menangislah dan berduka halal dilakukan untuk sementara waktu"

Wajar jika kita merasa sedih saat harus berpisah dan kehilangan orang yang kita sayangi. Jangan sembunyikan kesedihan itu. Menangislah — keluarkan semua perasaan di dada.
" Kunci dari legawa adalah menerima"
Kalau kamu butuh waktu untuk sendirian, beri tahu orang terdekatmu. Mereka pasti mengerti kalau kamu butuh waktu untuk memproses semua yang ada. Ketika kamu merasa tidak tahan lagi, tumpahkan segala perasaanmu dalam tulisan. Keluarkan segala apa yang kamu rasakan, supaya kamu lega dan bebanmu bisa lebih ringan, Panjatkan do'a agar kamu diberi banyak kekuatan untuk menghadapinya.
==========================================
"Ingatlah kamu tak sendirian. Ada keluarga dan teman-teman yang selalu bisa jadi sandaran"

Saat Tuhan memanggil ayahmu, kamu pasti merasakan kepedihan yang dalam. Kamu tidak akan mendengar suara ayahmu lagi, dan dia mungkin tidak akan sempat melihatmu menikah atau memakai toga. Tapi ingat, ayahmu tak meninggalkanmu sendirian di dunia ini. Masih ada orang lain yang secara tulus menyayangi.
Kamu masih punya keluarga dan teman-teman yang siap menjadi tempat bersandarmu. Merekalah orang yang luruh melihatmu larut dalam kesedihan. Merekalah orang yang ingin membuatmu gembira — membuktikan padamu bahwa masih ada harapan di luar sana.
Dikelilingi orang-orang yang peduli denganmu akan membuatmu lebih nyaman dan kuat. Memang, mereka tak akan sepenuhnya paham pada apa yang kamu rasakan. Tapi, yang paling penting adalah kemauan mereka untuk bersimpati — walaupun mereka mungkin tak terlalu mengerti.
 ========================================
 "Walau sedang carut marut yakinilah Tuhan adalah pengatur waktu paling jawara. Di saat yang tepat rasa nyeri itu akan hilang dengan sendirinya"

Saat kamu berduka, pasti banyak yang akan bilang, “Kamu harus kuat.” Sebenarnya, kata-kata itu akan menambah beban kesedihanmu. Seolah ada kewajiban bagimu untuk bersikap tegar, sementara tenggelam atau menghilang adalah satu-satunya hal yang ingin kamu lakukan.
Namun di tengah-tengah kesedihanmu, sebenarnya kamu sedang “dilamar” oleh waktu. Ketika kamu sedang terpuruk, waktu ingin menjadi sahabatmu. Jika kamu mengizinkannya, kamu akan mampu perlahan-lahan mengikhlaskan. Kamu akan mengerti betapa nikmatnya melepaskan. Di akhir hari, kamu akan belajar menjadi pribadi yang dewasa.
 ==========================================
"Membayangkan yang sudah pergi akan membuatmu makin tersiksa. Kini  longokkan kepala, syukurilah mereka yang masih ada"
 
Rasa sakit karena kehilangan bisa membuat kita terperangkap dalam pikiran negatif. Kita merasa tidak bisa melakukan apa-apa — kita sendirian, dan sebatang kara.
Terus terpaku pada apa yang telah pergi tak akan membuat mereka kembali. Yang paling bijak untuk kamu lakukan adalah menengok siapa-siapa yang masih kamu punya. Kehilangan Ayah atau ibu membuat kita Mengerti bahwa mereka adalah permata yang berkilau yang harus kita jaga yang sudah menjadikan kita ada, Kehilangan pasangan bisa membuat kita lebih menghargai keberadaan ayah dan ibu. Perpisahan dengan sahabat akan memicu kita untuk lebih mencintai teman dan sahabat kita.
Perpisahan justru harus menjadi pelecut untuk membuat kita lebih bersemangat dalam hidup.
========================================
 "Saat kamu merasa tak berdaya, menolong orang lain adalah cara terampuh untuk mengatasinya. Buat dirimu merasa berguna sesering yang kamu bisa".


Isi hari-harimu dengan kegiatan yang lebih menarik. Dengan begitu, kamu tidak larut dalam kesedihan karena harus terus mengingat Kehilangan dan perpisahan.
Pilihlah kegiatan yang kamu suka. Yang terpenting, kegiatan itu bisa membuatmu nyaman dan bahagia. Kalau kamu nyaman dengan membaca, bacalah buku-buku yang belum pernah kamu baca. Tak hanya itu saja: kamu juga bisa menulis yang kamu bisa dan mengirimkannya ke koran atau majalah. Kamu juga bisa belajar apa saja. Tekuni kembali hobimu yang selama ini kamu lupakan.
Terjun dalam kegiatan yang mengizinkanmu berbuat untuk orang lain juga bisa membantumu pulih. Ikutlah aktif di kegiatan sosial.
Layaknya kata orang: “When you feel helpess, help someone else.”
 ========================================
"Tutup telinga pada anggapan orang yang menganggap dukamu berlebihan. Tahu apa mereka? Kamulah pilot yang paling berhak mengendalikan semua perasaan".

  Saat menghadapi perpisahan dan kesedihan, pasti ada omongan-omongan negatif tentangmu karena mereka melihatmu ‘lebay’. Kalau ada yang menganggapmu seperti itu, abaikan saja. Mereka tidak tahu apa yang kamu rasakan. Jaga emosimu supaya tidak terpancing. Kalau kamu terpancing, justru akan membuat keadaan semakin memburuk.
========================================
 "Walau terdengar klasik percayalah bahwa perpisahan bukan segalanya. Bertahanlah — ada sesuatu yang lebih manis menunggumu di ujung sana".


Ya, Kehilangan dan perpisahan bukanlah akhir dari segalanya. Saat harus berpisah dengan orang yang kamu sayang, entah itu karena alasan kerja atau kuliah, kamu masih bisa menghubunginya. Kamu dan dia berpisah secara fisik. Percayalah suatu saat pasti akan bertemu kembali.
Kalau kamu harus berpisah karena komitmen yang berbeda, ambil positifnya. Kamu belum berjodoh dengan dia. Tuhan mempersiapkan yang lebih baik untukmu.
Saat kamu harus berpisah karena maut, ingatlah semua ini berujung pada keindahan. Ada saatnya kamu akan bertemu lagi dengan dia kelak. Dia sudah berada di tempat yang paling bahagia. Kamu tidak harus melihat dia sengsara tergolek sakit di tempat tidur, kamu tidak harus melihat dia merintih kesakitan setiap harinya. Dia yang kita sayangi, sudah bahagia dan tidak menderita lagi.

Saatnya kamu harus melanjutkan hidupmu. Larut dalam kesedihan hanya membuatmu sengsara.
Kamu harus ingat bahwa perpisahan akan terjadi pada siapa saja. Siap atau tidak, kamu pasti akan mengalaminya. Kita tidak tahu kapan perpisahan itu bisa terjadi. Yang terpenting untuk saat ini adalah menikmati waktu yang kita punya, bersama orang-orang di sekeliling kita.

#Kehidupan #Keluarga #Perpisahan
#Gadis#RentiSusanti
#Klik disini

Friday, 30 January 2015

9 Pengingat Sederhana Demi Memunculkan Rasa Syukur yang Sering Terlupa



Kadang, kekecewaan dalam hidup membuat kita merasa bahwa kita adalah orang yang paling gagal di dunia. Hidup habis manisnya. Setiap detik menjadi ajang menyecap ketidakpuasan.
Padahal, bisa jadi rasa tidak puas itu hadir karena kamu lupa bersyukur pada hal-hal yang telah kamu miliki. Mulai sekarang, yuk jangan alpa bersyukur lagi. Ingat 9 hal di bawah ini supaya kamu bisa lebih mudah mensyukuri hidup!

1. Dengan atau tanpa kehadiran pacar hidupmu tetap berjalan sebagaimana mestinya. Apa lagi yang pantas membuatmu merasa merana?

Patah hati memang menyakitkan. Setelah mengucap kata ‘putus’, kamu akan segera memasuki fase di mana dia tidak lagi hadir di hari-harimu. Hampir selalu melewati hari bersamanya, sekarang harus kembali terbiasa sendiri ke mana-mana. Sempat ada waktu di mana kamu benar-benar sedih dan meratapi keadaanmu.
Hei, sudahi sedihmu! Lihat deh, nggak cuma kamu lho di dunia ini yang nggak punya pasangan. Tapi banyak kok dari mereka tetap bahagia sendirian saja. Justru keadaan ini mereka manfaatkan untuk lebih mengenal dan mengembangkan diri. Mereka berusaha untuk tahu bagaimana cara membahagiakan dan berdamai dengan diri sendiri.
Jangan terlalu terbawa kesedihan dan meratapi kesendirianmu. Jalinlah hubungan yang baik dengan dirimu sendiri. Kalau menjalin hubungan dengan diri sendiri saja nggak mampu, bagaimana mau menjalin hubungan dengan orang lain?

2. Saat sedang merasa tidak sehat coba sapukan matamu ke mereka yang tetap tertawa di balik ganasnya penyakit yang diderita. Niscaya kamu akan lebih legawa

Kamu baru saja dirawat inap karena radang usus buntu yang mengharuskanmu melakoni tindakan operasi. Perut bagian bawahmu nyeri tak terkira, setelah dioperasi pun rasa nyeri itu akan tertinggal sampai berhari-hari. Kamu tidak akan bisa menyantap makanan favoritmu untuk sementara waktu, terpaksa terjebak di rumah sakit dengan bau obat yang menyengat, dan tidak bisa bebas bergerak karena jarum infus yang menancap di tubuhmu. Setiap hari kamu mengeluh dan ingin segera pulang ke rumah.
Coba deh kamu berjalan-jalan keliling rumah sakit. Kamu akan menemukan pasien lain yang mungkin mengidap penyakit yang lebih parah darimu; bahkan bisa jadi mereka sudah mengidapnya bertahun-tahun. Walaupun harus bolak-balik rumah sakit, mereka bisa menjalaninya dengan senyuman dan tidak mengeluh sama sekali. Mereka hanya memiliki satu tujuan, yaitu ingin sembuh supaya bisa segera beraktivitas dengan normal.
Ayo berhenti mengeluh dan mulai bersyukur dengan kesehatanmu. Malu lho sama mereka yang sakit parah tapi masih bisa tersenyum.

3. Tengok mereka yang tetap gigih bekerja di balik keterbatasannya. Dikaruniai anggota tubuh selengkap itu — tidakkah malu jika menyerah pada kemalasan yang melanda?


Tahun 2011 lalu, Presiden SBY melepas tim pendaki tunadaksa (cacat tubuh) yang melakukan pendakian ke Gunung Elbrus, Rusia. Salah satu anggota tim pendaki ini ada yang hanya memiliki satu kaki; ia bernama Sabar. Dengan kerja keras dan semangat tanpa henti, Sabar dan timnya berhasil menancapkan bendera Merah Putih di puncak tepat pada detik-detik proklamasi.
Sabar tidak menjadikan kekurangan pada tubuhnya sebagai batasan untuk dirinya dalam melakukan hal yang ia mau dan justru membuatnya menjadi kekuatan baru. Nah, kamu yang memiliki anggota tubuh lengkap masih mau mengeluh dan malas-malasan?

4. Bob Sadino pernah jadi kuli bangunan, Steve Jobs sempat dipecat dari perusahaan. Sehebat apapun seseorang mereka pasti pernah gagal sebelum mencapai kesuksesan

Kesuksesan tidak bisa didapatkan dengan instan. Steve Jobs pernah dipecat dari perusahaan yang ia bangun sendiri. Walt Disney pernah dipecat dari pekerjaannya sebagai kartunis karena dianggap miskin imajinasi. Bob Sadino pun sempat menjadi kuli bangunan sebelum akhirnya menjadi pengusaha sukses. Kegagalan yang dialami lantas tidak membuat mereka patah semangat dan terpuruk. Mereka kembali bekerja keras dari nol untuk mendapat kesuksesan yang telah mereka capai saat ini.
Kalau kamu baru gagal dalam pelajaran atau mata kuliah saja, mengapa harus dipikirkan sampai stres berlebihan? Kegagalan bukan berarti kamu tidak memiliki kemampuan yang cukup untuk sukses — kamu hanya diberikan kesempatan lebih untuk belajar agar bisa menggunakan kesuksesan dengan bijaksana. Yang penting, jangan patah semangat, ya!

5. Kamu boleh merasa kehilangan segalanya. Tapi ingatlah pada mereka yang berusaha tak limbung setelah semesta mengambil poros hidupnya

Kehilangan uang atau barang berharga memang menyedihkan. Terbayang susahnya menabung untuk membeli barang berharga tersebut dan sekarang sudah lenyap diambil maling. Tapi, jangan sampai kehilangan itu membuatmu benar-benar patah semangat dan mengutuk keadaan.
Coba ingat musibah bencana alam tsunami di Aceh tahun 2004 lalu. Para korbannya kehilangan lebih banyak darimu — bahkan anggota keluarga mereka sendiri. Mungkin beberapa di antara mereka sudah “berhak” untuk tidak memiliki semangat hidup lagi. Tapi, mereka ingat bahwa setidaknya mereka masih diberi kehidupan oleh Yang Maha Kuasa, dan mereka bersyukur karena itu.
Uang dan barang berhargamu yang hilang masih bisa kamu cari lagi gantinya di kemudian hari, tapi bukan dengan mengeluh. Berusahalah lebih keras supaya kamu cepat mendapat pengganti barang yang hilang itu.

6. Ketika himpitan pekerjaan membuatmu tertekan, arahkan muka pada mereka yang rela melakoni pekerjaan apa saja. Demi menyambung hidup keesokan harinya

Bekerja dan menghasilkan uang dari pekerjaan yang kita impikan memang menyenangkan, tapi kadang juga melelahkan. Seringkali kamu merasa capek dan berharap memiliki pekerjaan lain yang lebih santai dan menghasilkan. Padahal kalau kamu benar-benar mencintai pekerjaanmu, kamu tidak akan merasa seperti itu, lho.
Kamu termasuk beruntung bisa bekerja sesuai minat dan kecintaanmu. Ada banyak orang yang terpaksa bekerja di bidang yang tidak disukainya tapi berusaha untuk mencintai dan menghargai pekerjaannya. Pada akhirnya, justru mereka bahagia kok dengan pekerjaannya itu.

7. Sangat manusiawi jika kamu merasa tak pernah puas. Tapi ketahuilah ada mereka yang tetap mensyukuri rizki Tuhan meski diberi dalam jumlah terbatas

Setelah akhirnya berhasil diterima di perusahaan impian, kamu merasa kerja kerasmu di kantor tidak sebanding dengan penghasilan yang kamu dapatkan. Menurutmu, kamu pantas untuk mendapatkan penghasilan yang lebih dibanding yang saat ini.
Bersyukur saja, yuk! Di luar sana masih banyak lho yang memiliki penghasilan lebih sedikit dari kamu dan masih bisa tersenyum walaupun kebutuhan hidupnya tidak terpenuhi secara utuh. Bagi mereka, penghasilan besar bukan segalanya. Yang penting adalah mereka selalu bersyukur dan berusaha lebih keras lagi esok harinya.

8. Kamu boleh kesal setengah mati pada orangtua. Namun di luar sana ada anak-anak yang berdoa siang-malam demi tahu siapa ayah-ibunya

Kamu mungkin sering merasa kesal dan capek dengan omelan orang tuamu. Bahkan, terkadang kamu ingin pergi saja dari rumah supaya bisa lepas dari kekangan mereka. Tapi sadar nggak betapa beruntungnya kamu masih punya orang tua? Di dunia ini masih ada anak-anak yang tidak siapa yang melahirkan mereka. Mereka hidup dan besar tanpa dukungan, kasih sayang, dan tuntunan dari ibu atau ayahnya. Dalam doa mereka, tersemat harapan untuk bisa seperti kamu yang memiliki orang tua.
Orang tua memang tidak selalu memiliki jalan pikiran yang sama denganmu. Namun mereka selalu berusaha yang terbaik untukmu dengan memberikan dukungan, kasih sayang, tuntunan, dan perhatian penuh. Mungkin caranya seringkali menyebalkan dan membuatmu kesal. Tapi, bersyukurlah setidaknya kamu memilki mereka dengan cinta yang tidak pernah habis untukmu.

9. Waktu rasa malas kuliah dan mau titip absen saja melanda — coba ingat anak-anak Sakola Rimba. Pendidikan sederhana adalah kemewahan bagi mereka


Bohong kalau kamu tidak pernah menganggap sekolah itu menyebalkan. Tapi, kamu juga harus tahu bahwa ada banyak sekali orang yang sangat ingin ada di posisimu dan belajar di sekolah favorit. Sekolah yang membosankan untukmu adalah tempat menggali ilmu yang menyenangkan untuk mereka. Sekolah yang kamu anggap menghabiskan waktu merupakan sebuah kesempatan berkah untuk mereka. Jadi, nikmatilah waktu berhargamu di sekolah dan galilah ilmu sebanyak mungkin, supaya bisa kamu tularkan kepada mereka yang bernasib tak seberuntung dirimu.

Itu tadi 9 hal yang harus kamu ingat supaya menjadi pribadi yang lebih bersyukur. Semoga bisa membantumu merasa lebih bahagia dalam menjalani hidup. Semangat, ya!

Artikel ini terinspirasi dari laman Lifehack Artikel asilinya bisa dilihat disini

#Gadis#RentiSusanti



Thursday, 29 January 2015

11 Alasan Logis Kenapa Mahasiswa Jurusan IT Layak Jadi Suami dan Diperistri


 


Meski mereka terlihat sibuk dengan layar laptop dan berbagai gawainya, mahasiswa (dan mahasiswi) Teknik Informatika sesungguhnya bisa berubah menjadi orang yang spesial dalam hidupmu. Dedikasinya, ketelitiannya dan cara berpikirnya yang selalu mengedepankan logika adalah bekal berharga di masa depan ketika mulai beranjak dewasa.
Bukan hanya itu, makin besarnya pengaruh teknologi kepada hidup manusia membuat lulusan TI juga punya peluang yang cerah nantinya. Jika belum cukup alasan yang bisa membuatmu yakin bahwa mereka adalah pasangan yang layak diperhitungkan dalam artikel ini Hipwee akan memberikan penjabaran.

1. Semakin meningkatnya kebutuhan industri akan penguasaan teknologi membuat lulusan Teknik Informatika selalu dicari. Mereka juga punya kesempatan luas untuk membuka usaha sendiri

 

“Banyaknya perusahaan membutuhkan jasa di bidang IT membuat kami merasa tidak perlu takut membuat membuat lapangan kerja, bahkan ketika masih kuliah. Jadi freelance programmer juga bisa.”
 Puji Aswari, 25, Tangerang
Bekerja pada orang lain bukan satu-satunya pilihan anak IT, justru keahlian dan kreativitas mereka bisa jadi modal yang kuat untuk menjadi entrepreneur, bekerja untuk diri sendiri. Bikin app, dirikan website, bikin startup dan siapa tahu anak IT yang kemu gebet bakalan jadi calon Larry Page-nya Indonesia di masa depan.

2. Membersamai dia yang melek teknologi memberi warna baru dalam percakapan sehari-hari. Hidupmu akan lebih kaya dalam berbagi

“Kuliah di jurusan IT itu jadi melek teknologi dan bisa gunain secara efektif di kehidupan sehari atau di dunia kerja, cepat tepat, bermanfaat.” 
Endra, 22, Surabaya
Seperti halnya mahasiswa-mahasiswa jurusan lain, mahasiswa yang menuntut ilmu di fakultas/jurusan teknik informatika juga memiliki wawasan yang luas. Tapi jika kamu mencari lawan bicara yang selalu up-to-date soal perkembangan zaman, anak IT-lah yang kamu cari. Memang udah jarang banget ada mahasiswa yang gaptek, tapi anak IT berada di level yang berbeda dalam pemahaman teknologi.
Ketika kamu jago memakai komputer, mereka malah merakit komputer. Waktu kamu jago nge-twit, mereka jago meng-coding. Waktumu untuk ngobrol sama dia gak akan sia-sia karena pasti aja ada pengetahuan baru yang kamu dapat dari wawasannya yang luas soal perkembangan zaman.

3. Terbiasa tenggelam dalam algoritma membuat mereka bisa menyelesaikan masalah lewat berbagai cara. Mahasiswa TI tidak akan berhenti sebelum menemukan solusi

“Pelajaran algoritma menjadikan mahasiswa IT mampu mengatasi masalah dengan lebih dari 1 cara. :D”
Puji Aswari, 25, Tangerang

Ketika menemui jalan buntu, pendekatan problem solving yang dilakukan oleh anak-anak teknik informatika patut kamu jadikan sebagai contoh. Alih-alih langsung memutuskan apa yang harus dilakukan mereka lebih sering mengambil beberapa langkah ke belakang supaya bisa melihat permasalahan dari sudut yang lebih luas. Dengan logika yang matang, mereka gak mudah menyerah dan pantang mundur ketika menemui jalan buntu.
Sedari muda sifat ini telah ditanamkan agar di masa depan mereka gak pernah lelah mencari beragam jalan untuk mencapai satu tujuan. Pasangan mana yang gak mau dituntun oleh kekasihnya ketika kesulitan menghadapi masalah?

4. Sekilas mahasiswa TI tampak selalu sibuk dengan laptop dan gawainya. Tapi di balik itu sebenarnya mereka adalah partner menyenangkan yang bisa diajak bekerja sama

 
Meski terlihat individualis, para mahasiswa teknik informatika sebenarnya gak seegois yang kamu pikirkan. Pada poin-poin tertentu akan datang di mana rasa kesetiakawanan akan mengalahkan hasrat untuk menang sendiri. Dari yang awalnya sikut-sikutan buat dapat nilai terbaik di kelas, menjadi saling bahu-membahu untuk saling menolong dan mengingatkan bahwa hidup lebih dari sekedar bahasa pemograman.

“Mahasiswa IT itu secara komunikasi jarang karena selalu sibuk dengan laptop masing2. Tapi bisa tetep kompak :)”
Agus Priyono, 20, Lamongan
Masih belum percaya jika mereka juga punya hati yang ringan membantu? Lihat diri sendiri deh, pernahkah kamu meminta tolong ke teman jurusan TI saat ada masalah dengan teknologi? Bukankah bantuan itu selalu tersedia lewat saran dan uluran tangannya?

“Sejak jadi mahasiswa TI jadi sering mbantu temen yang trouble sama peralatan IT – nya…
Susilo Budi, 19, Surabaya

Sikapnya yang ringan membantu dan kerelaannya untuk bekerjasama adalah bekalciamik bagi kelanjutan hubungan kalian di masa depan. Terbiasa bekerjasama dengan teman sejawat dalam praktikum Pemrograman Web membuatnya tahu bahwa keberhasilan selalu membutuhkan sinergi. Jika dalam tugas kuliah sehari-hari proses kerjasama bisa ia lakoni, yakinlah dia juga mau mendengar pendapatmu dalam hubungan kalian nanti.

5. Cewek yang kuliah di jurusan TI dijamin tidak manja. Mereka adalah gadis-gadis mandiri yang melek teknologi

 

“Kita kaum hawa jadi bisa melakukan hal-hal yang anti mainstream. Bisa coding, pemrograman web, design logo, bisa tahu banyak bahasa, C++, php, java, html dll.”

Yosa Angela W.R., 20, Yogyakarta








Karena berada di lingkungan kuliah yang mayoritas diisi oleh cowok, mahasiswi IT menjadi terbiasa bekerja sekeras dan serajin teman-teman cowoknya. Dosen, kuliah dan tugas yang gak peduli kamu cewek atau cowok tidak memberi kesempatan buat bermanja-manja. Barisan-barisan kode harus tetap ditulis, web tetap harus didesain dan bahasa pemograman yang digunakan pun tetap sama.
Namun dari tempaan yang gak pandang bulu tersebut kamu bisa menemukan cewek-cewek mandiri dan melek teknologi dari mahasiswi teknik informatika. Pengetahuan dan kemampuan logikanya membuat kamu sadar bahwa ada sesuatu yang luar biasa dari mahasiswi yang satu ini.

6. Dalam proses kuliah mahasiswa TI dibentuk jadi pribadi yang berlogika tajam dan teliti. Kecermatannya dalam berbagai keputusan hidup sudah tak perlu diragukan lagi

“Karena terbiasa melihat koding-koding program yang rumit mahasiswa IT mau gak mau akan jadi lebih teliti dan peka.”
Agus Purnomo, 23, Bandung
Kenyataan hidup yang harus diterima mahasiswa Teknik Informatika adalah mereka masih harus berkutat dengan matematika (yang lebih advanced, tentunya), kalkulus, alogaritma dan gak jarang masih ada yang belajar fisika.
Anak-anak IT gak peduli mahasiswa jurusan lain menertawakan mereka
(walaupun kadang pengen ngatain juga) — mereka terus berhitung dan fokus, sebab ketelitian sangat diperlukan dalam menulis coding. Salah atau lupa menambahkan satu huruf atau spasi aja bisa merusak kerja keras bermalam-malam begadang di depan laptop.
Meski terdengar ribet, ketelitian dan sifat perhitungan yang dibawa mahasiswa IT hingga masa dewasa akan memberi banyak manfaat ketika mereka dihadapkan dengan keputusan besar dalam hidupnya. Semua keputusan akan dipertimbangkan baik-baik, dianalisa secara teliti sebelum nantinya dijalani. Kalau buat coding aja dia rela gak tidur dan hampir mati, bagaimana dengan keputusan hidup yang akan melibatkanmu nanti?

7. Di kampus Teknik Informatika-lah kamu bisa menemukan jomblo-jomblo berkualitas tinggi

“Susah dapet pacar, apalagi kuliah di Teknik informatika. Coowok semua. Ada hikmahnya kok, jadi betah jomblo dan tetep fokus untuk masa depan demi terwujudnya keluarga permai.”
Viki, 20, Riau
“Duka gw selama jd mahasiswa IT adalah menjadi JOMBLO”
Fauzi, 23, Depok. (Sudah punya startup sendiri, lho!)
Meski mainannya tiap hari kode, tapi belum tentu anak-anak IT jago dalam membaca #kode.Bisa dibilang, mahasiswa-mahasiswa tampan dan available yang menghuni kampus teknik informatika merupakan para jomblo berkualitas tinggi.
Mereka punya IQ di atas rata-rata, kreatif dan punya masa depan yang cerah (Amin!). Sama seperti dilema di kampus-kampus teknik lain, kebanyakan peserta kuliah TI adalah cowok. Jadi, jangan khawatir ketika memacari mahasiswa Teknik Informatika sebab kemungkinan buat jadi playboy kecil banget.

8. Bagi kamu yang mengidamkan pasangan yang penyabar, anak TI adalah insan yang kamu cari selama ini!

(Kuliah di IT) bisa ngelatih kesabaran. Misalnya udah nulis kode ampe 1000 baris trus udah yakin banget bener tapi begitu di compile malah ada error nya. Jadi dicari lagi mana yang error itu dan harus di solve.”
Putra, 20, Depok
Menulis ribuan hingga jutaan baris kode butuh pengorbanan yang besar. Seorang mahasiswa IT bisa gak tidur berjam-jam demi menyelesaikan penugasan tersebut. Dalam kantuk dan lelah, mereka juga diwajibkan untuk tetap teliti dan fokus karena seperti yang dijabarkan di atas, salah ‘spasi’ saja bisa jadi petaka. Dan bila baris-baris kode tersebut sudah selesai, mereka harus bersiap untuk mengulang lagi jika terdapat kesalahan.
Mencari error dalam jutaan baris kode itu bukan perkara mudah, layaknya mencari jarum ukuran nano dalam tumpukan jerami. Belum lagi kalau dosen memberi deadline yang gak manusiawi. Sabar, sabar.
Nah, kalau sama tugas dan dosennya aja bisa sabar, pasti buat pacar dan keluarga di masa depan juga bisa sabar, dong?

9. Anak-anak TI romantis dengan cara mereka sendiri. Bersiaplah dapat kejutan yang terkesan geeky tapi tetap terasa hangat di hati

 

“… dimulai dari belajar bahasa pemrograman yang hanya say ‘Hello World” sampe gimana cara nembak cewek kamu pake source code. ‘Apakah kamu bersedia jadi makmum dalam solatku ? Ketik Y jika iya dan ketik N jika tidak'”.
Ridwan, 27, Jakarta
Udah hampir pasti, jika kamu menjalin hubungan dengan anak IT, kamu bakal lebih sering mendapatinya bergadang di depan laptop daripada ngapel di beranda rumahmu. Ketika pasangan lain nongkrong di kafe buat bermesraan, kamu dan dia hadir di sana untuk sinyal wifi. Jika sudah 2 hari kamu gak mendengar kabar darinya, segera sambangi lab di kampusnya kemungkinan besar di sanalah dia berada bersama teman-temannya.
Namun di balik kesibukannya, disamping keluhannya soal jutaan baris kode kamu akan menemukan momen di mana ada secercah harapan bagi romantisme dalam hubungan kalian. Anak-anak TI punya cara untuk romantis yang hanya mereka yang mengerti. Entah itu melibatkan laptop, bahasa pemograman, dan teknologi atau cuma lewat tingkah konyolnya saja. Tapi yakinlah kalau mereka bisa membuatmu merasa istimewa.

10. Tapi kualitas-kualitas di atas tidak menjadikan mereka jadi manusia serba bisa. Sejago apapun dia anak TI akan terlihat rendah hati dan biasa-biasa saja


“Sering disangka tahu segala hal tentang barang elektronik/gadget, seperti diminta saran handphone apa yang bagus, dipanggil tetangga buat benerin tv, padahal IT bukan selalu tentang “komputer” dan “gadget” aja.”
Ray Ashari R, 20, Bandung
Mahasiswa TI biasanya suka kesal kalau ditanya tentang tetek-bengek teknologi yang sebenarnya tidak begitu mereka pahami. Sebagai anak TI mereka sudah biasa dihadapkan pada pertanyaan macam ini:
“Eh Nan, tau harga komputer merek Apel Bolong sekarang berapa nggak?”
“Keyboard gue rusak nih, lo tau kenapa nggak nih?” (diucapkan lewat chat semata. LAU PIKIR ANAK TI CENAYANG?)
“Mas, kamu anak TI toh? Ini setrikaan Ibu rusak, tolong benerin ya…”
Pemahaman masyarakat soal TI memang masih campur-aduk. Bidang teknik informatika yang dipelajari di kampus biasanya berfokus pada software development, data mining, dan manajemen informasi — bukan pada hardware. 
Menanggapi salah-kaprah soal jurusannya anak-anak TI akan dengan sabar menjelaskan, sembari memberi pemahaman bahwa hal-hal tersebut tidak bisa mereka lakukan. Kejadian macam ini tanpa disadari membentuk mereka jadi pribadi yang tetap rendah hati. Kebutuhan orang-orang terdekatnya belum bisa terpenuhi dengan ilmu yang dimiliki, maka mereka merasa harus belajar lebih keras lagi.

11. Biarpun tampangnya nerdy, tetap aja kualitas mahasiswa Teknik Informatika gak bisa diremehkan. Mereka layak masuk bursa calon menantu idaman masa depan

 

“Suka duka jadi mahasiswa di jurusan IT itu Selalu di press sama fisika dan matematika , tapi kalo udah lulus bakal jadi menantu idaman orang tua kok :)”
Fitra C.A., 19, Bogor
Bukan tanpa alasan anak-anak IT bikin t-shirt “Menantu Idaman” rame-rame, dunia teknologi informasi dan komunikasi yang lagi berkembang pesat menempatkan mereka pada posisi yang meyakinkan selama bertahun-tahun ke depan. Keamanan dan luasnya kesempatan karir yang dimiliki anak-anak TI bisa jadi pertimbangan tersendiri buat orangtua sebelum mengiyakan anak TI jadi menantu mereka.
Kesabaran, kegigihan dan logikanya bakal bikin kamu yang emang demen sama tipe-tipe cowok/cewek techie bisa jatuh hati. Bahkan jika pun tidak, kualitas mereka sebagai manusia juga sudah cukup jadi alasan bagimu untuk tidak berpaling lagi.

Setelah membaca berbagai kualitas di atas, gak berlebihan kalau Hipwee bilang anak IT bisa jadi calon pendamping hidup yang ideal buat kamu, ‘kan?

#Gadis#RentiSusanti

 


 

Wednesday, 21 January 2015

Ketika Keinginan Menyerah Begitu sangat Dekat

Hidup adalah deretan panjang hitungan yang harus diselesaikan dengan segera, beban yang berat dan tekanan hidup kadang memaksa kita untuk segera menyerah. Namun, ada begitu banyak pilihan jua ada ditangankita  Menyerahkah yang jaraknya begitu sangat dekat atau tetap berada pada jalan untuk meraih mimpi dan meneruskan hidup semuanya ada ditangan kita. Engkau tentunya tak mau disebut sebagai pecundang yang tak berhasil menyelesaikan hitungan - hitungan hidupnya atau disebut sebagai lilin yang memilih untuk mati sebelum habis semua jatah menyalanya. 

Semua orang pasti mengalami fase hidup, untuk mencapai kematangan hidupnya bukan ditentukan oleh usia seberapa tuanya tetapi ditentukan seberapa kuat Iman pada Rabbnya. Lihatlah bahwa engkau tentunya lebih beruntung dari pada mereka, kehidupanmu, orang - orang yang setia ada disekitarmu dan semua kesempatan yang telah engkau raih kemarin dan hari ini, Allah telah memberikan yang terbaik kepadamu memanjangkan waktu taatmu kepada - Nya.

Tak akan pernah ada rasa benci jika kau ikhlas, Tak akan ada rasa Marah jika kau Ikhlas, Tak akan ada rasa putus asa jika Kau ikhlas, yakinlah bahwa kau mampu menghadapinya, engkau mampu membuat hidupmu lebih berarti daripada rasa bencimu, rasa marahmu dan rasa putusasa mu seseorang pernah mengingatkan ini "Semua yang terjadi karena ada alasan, dan orang dewasa akan ikhlas menjalaninya".
Selesaikan hitunganmu, dan bergegaslah berdiri bahwa engkau pasti bisa melewatinya, 'Tak pernah ada yang salah dengan tangisan, Justru itu menandakan begitu kuat dan teguh hidupnya'.

#Gadis#Renti Susanti
#Jakarta2015