Tuesday, 24 June 2014

Ketika saya tahu, Bahwa hidup itu tidak Mudah..

Memang, saya bukan seorang anak yang dilahirkan dari seorang keluarga yang berada, bukan pula dilahirkan dari keluarga yang serba mudah ketika hendak mendapatkan sesuatu. Tapi, itu tidak mengurangi rasa syukur saya pada Allah yang Maha Esa atas segala nikmat saat ini yang saya rasakan. saya malah merasa menjadi anak yang paling beruntung, karena dengannya Allah izinkan saya untuk merasakan nikmatnya perjuangan dan perjalanan hidup dengan jerih payah sendiri, dan Allah hadirkan mereka yang ada disekeliling saya untuk menguji kedewasaan saya. sungguh nikmatnya sebuah proses.

Saya tahu, Saya bukan orang yang terlalu kuat, tapi dengan semua yang sudah saya alami, saya  sudah tebiasa dengan hal itu, meskipun tentunya anda tahu itu tidak mudah untuk seorang anak perempuan yang ditinggalkan orang yang paling berarti dalam hidup untuk selamanya, yaitu ayah tercinta, sang lelaki pilihan satu - satunya orang yang paling bertanggung jawab dalam hidup saya dan keluarga saya.
Jujur saja, dialah satu - satunya orang yang mengajarkan saya dengan keras dan lembut, dia perlihatkan dunianya semua kehidupannya, agar saya belajar darinya. dia juga yang selalu mendengarkan saya, membuat semua prestasi saya disekolah begitu berarti dan harus saya pertahankan. disaat yang lain tidak perduli. meskipun begitu saya tidak pernah melupakan jasa ibu sedikitpun, Naudzubillah..

Beliau pendiam, keras, tapi lembut hatinya, dia lebih banyak mengorbankan dirinya untuk oranglain dibandingkan untuk kebahagiaanya sendiri. Saat dulu, dia yang mengajarkan saya untuk menghormati mereka, terutama ibu, bagaimanapun surga ada dibawah telapak kaki ibu, meskipun pintunya ada di tangan ayah yang bekerja. saya merasakan sakitnya waktu dulu tapi beliau juga yang mengajarkan saya untuk tetap menjadi anak yang teguh dan tangguh. 

Sulit memang ketika harus ditinggalkan dan belum sempat memberikan kebahagiaan yang terbaik untuknya tetapi bagaimanapun hanya satu yang bisa dilakukan seorang anak untuk ayah yang sudah pergi terlebih dulu yaitu mendo'akannya dan menjadi wanita yang solehah untuk memudahkanya bertemu dengan Sang penguasa Alam.
Kalau boleh meminta, saya ingin keluarga yang utuh kembali meskipun tanpa ayah, bukan hanya ada adik saya dan ibu, saya juga ingin kedua kakak saya dekat kembali. jujur saya kesepian. terlebih ketika kakak laki - laki saya menikah. saya hanya merasa kehilangan 2 sosok laki - laki dalam hidup saya sekaligus, mungkin bukan hanya saya saja yang merasa, adik dan ibupun merasa demikian.
Tetapi apapun itu, hidup harus tetap dijalani, disyukuri dan di nikmati semuanya adalah pembelajaran dan proses diri menuju keanggunan.

"Semua yang terjadi karena ada alasan, dan orang dewasa akan ikhlas menjalaninya #DediSusanto"
Sesulit apapun perjalanan, jangan sampai kehilangan harapan karena itulah satu - satunya kunci kehidupann Karena ada mereka yang harus dibahagiakan. I always love my family :-*



#Gadis#Renti Susanti
#Jakarta 2014

Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment