Thursday, 21 November 2013

Daun di Persimpangan

Lihatlah diriku..
Dengan kepedihan yang semakin Menyiksa..
Ingin rasanya kupergi jauh..
Tinggalkan segala duka yang Ada..
Segala duka yang Ada..
Segala Rasa yang pernah Ada..
#NA

Berbicara tentang hidup, Berbicara juga tentang rasa
Adakalanya berada pada Masa kita sudah tak sanggup untuk meneruskan hidup,atau  ingin rasanya berhenti sejenak lantas berjalan kembali menelusuri lorong - lorong waktu yang sempat terhenti.
Setiap yang pernah hidup, dan melewati Masa pendewasaan pasti pernah merasakan kondisi pada titik terjenuh,dimana semua terasa begitu gelap. Tidak ada yang berada dalam kondisi bahagia terus, tenang terus, tersenyum terus dan tentram terus. Semua telah Allah pasangkan sesuai dengan porsi masing - masing "Allahuwahdi".
Mungkin tidak hanya aku, kamu atau mereka yang berada di persimpangan jalan, semua pasti merasakan, merasa bingung harus mengambil jalan yang mana, bersikap seperti apa dan harus bagaimana. 
Banyak, bahkan jutaan di luarsana merasakan hal yang sama dalam hidupnya, kamu tau kenapa mereka merasakan hal demikian, satu hal kebanyakan mereka lahir dari keluarga yang Broken Home, Jauh dari sebuah persahabatan dan perhatian dari orang yang disekitarnya,banyak penolakan dan berada dalam kondisi lingkungan yang tidak sehat hingga tenggelam dalam dunia yang dia bangun sendiri, terlalu dalam hingga dia ditinggalkan bahkan dilupakan.
Seandainya waktu kita yang pegang sendiri, mungkin kita punya kendali kapan kita mau menjalankannya dan menghentikanya sesuka hati. seperti jam yang terletak di dinding itu mungkin sejak puluhan tahun dia berada disana dia punya jeda berhenti dan berjalan, pada dasarnya andai waktu itu terlihat mungkin kita akan menggenggamnya dengan sangat erat,menjaga dan bermain sesuka hati. Tetapi pada kenyataan nya kita yang harus mengejar waktu, ketika terlewat satu menit saja dia sudah berada pada masa yg lalu, yang tidak akan pernah kita bisa kembali.
Sadarilah diri,
Tak selayaknya kau berada terus di tempat ini, Jangan sampai waktu berlalu meninggalkanmu jauh dan lebih jauh lagi, Kamu boleh bersedih kamu boleh berduka dan kamu boleh berada pada titik terjenuh dalam kehidupanmu tapi seperlunya saja, setelahnya angkat kakimu, berdiri dan berlarilah sampai pada pintu terakhir kau harus kembali kepada-Nya.
Tak akan ada sebuah kebahagiaan tanpa keikhlasan hati untuk menjalankanya, maafkanlah diri kita sendiri yang kecil akan terasa begitu besar ketika mampu mengucap syukur. Jangan sampai kita tersapu waktu hingga telupakan dalam persimpangan jalan. Semua pasti akan kembali seperti daun itu,ketika waktunya tiba dia akan jatuh dan berhenti.
Kita bangkit sama - sama, berjuang sama - sama menuju cahaya ilahi, Guru Besar saya selalu berkata Allah selalu bersama kita.
Jangan menyerah.. semua tidak sesempit perasaan kita, aku yakin kita bisa mengatasi persoalan ini, karena kita punya kekuatan yang besar dalam diri sadari itu.


#Gadis#Renti Susanti
#Jakarta 2013
Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment