Thursday, 15 August 2013

Cermin di Depan Cermin

Setiap mata hati memiliki analisa,
dan analisa didapat dari anugerah Maha Pencipta

“CERMIN DI DEPAN CERMIN“
Penulis : Tjahya Aprianto

Manusia adalah alam di dalam alam
dan alam merupakan wadah dari berbagai alam bagian dari semesta unsur nyata dan yang tidak kasat mata
bumi bagian dari alam tempat terselenggaranya dunia
dunia merupakan lingkup minat manusia dunia ada karena kecenderungan manusia
hati merupakan tempat bergabungnya berbagai perasaan dan keinginan
pikiran merupakan pemulus jalan hati
kalbu merupakan skala penimbang kebenaran hakiki atas perilaku hati dan pikiran
hidup membawa kepastian sekaligus tanya,
sederet kejadian dapat memberikan gambaran tidak semua dapat diukur oleh mata dan tidak semua dapat dipastikan oleh hati
hidup ibarat warna yang tidak ada persamaannya,
menyatakan hal yang samar sama artinya berdiri pada bayang berpegang pada angin



Mengetahui tidak sama dengan mengerti,
mengerti tidak sama dengan memahami
mengkaji diri adalah jalan pertobatan
alam membantu mengurai jawaban atas ujian harta dan diri sendiri
dunia sering membutakan mata dan hati hingga memandang baik perbuatan yang buruk
di udara banyak makhluk tidak semua mengarah pada kebaikan
manusia dan nafsu rendah memiliki keinginan yang sama untuk saling menjatuhkan
penderitaan yang terjadi karena kecendrungan awal dari kekeliruan hati berujung pada kesalahan pemikiran
jangan jadikan hati tempat sampah dan jangan jadikan pikiran sarang penyakit
melepaskan diri dari kecenderungan berarti melepaskan diri dari penderitaan yang bisa tanpa akhir
kesilapan mampu mengalahkan pemahaman,
sesuatu dapat diambil hikmah,
sesuatu dapat membuat manusia musnah,
dosa merupakan kesalahan yang berdampak,
secara langsung kita tidak membunuh, tetapi orang lain bisa terbunuh karena kita
sesaat dapat merubah segalanya.

Manusia merasakan sesuatu karena sesuatu perbuatan
duniawi merupakan bentukan dari angan,
ada sebelas lingkar duniawi,
Lingkar coba-coba, mencoba lagi, menikmati, bervariasi, mencipta hal baru, mengkombinasi, mencari yang lebih baik, mencari pendamping, menikmati semuanya, bertahan dalam kenikmatan duniawi, penderitaan dan penyesalan di akhir
ketenangan dan kebahagian merupakan sesuatu yang relatif,
dalam ketenangan ada kebahagiaan,
ada pengungkapan yang tersimpan,
ada pencerahan,
ada kebaikan lain,
ada kenyataan tentang kalah dan menang,
ada kenyataan tentang salah dan benar,
ketenangan dan kebahagiaan bagaimana hati mengenali diri semakin jauh jiwa semakin sulit menemukan keduanya.

Ada tiga kesamaan langkah manusia
langkah menuju hasrat,
langkah menuju sesat,
dan langkah dalam pencarian perbaikan yang tanpa hasrat dan bukan sesat
keinginan dibangun di atas rasa
hasrat pembentuk nafsu
semakin banyak hasrat semakin terbuka pintu sesat
yang terlihat menjadi tidak terlihat dan yang tidak terlihat menjadi terlihat
sesuatu menjadi mungkin karena jalan - Nya
tempat kita adalah langkah kita
surga - neraka karena pikiran sendiri
penderitaan yang terjadi bukan tanpa sebab
materi yang datang hanya untuk akan berlalu
nilai hidup di atas nilai diri, nilai diri diatas nilai materi
kebanggaan sesaat hanya akan membuat manusia lupa lepas kendali dari hakekat diri
cinta kepada sesama manusia hanya sedalam lidah,
cinta kepada lawan jenis hanya sebatas kulit
segala yang ditakdirkan berarti tidak selalu abadi
bicara pada kalbu adalah hal terbaik untuk hati,
manusia datang sendiri dan akan kembali dengan membawa diri sendiri

Pada manusia ada waktu,
di dalam waktu ada sejarah manusia
banyak yang terselip dalam waktu dan banyak yang terjelaskan oleh waktu
sumpah dapat menjadi takdir yang terbawa waktu
menghimpun dukungan ada baiknya, tetapi menghancurkan kepercayaan diri
banyak yang berkata dalam diam meski tidak bisu
meraih matahari meski dengan kail,
marajut benang menjadi kail,
kail yang lurus lebih baik dari yang bengkok,
semesta akan tergenggam dalam pandangan
dan angin yang membawa pada semesta
jangan berharap kepada yang tidak dapat diharapkan
berbisik tentang kebenaran membawa pada kenyataan yang tersiar
hidup mati adalah takdir,
sebuah kayu dijadikan tongkat juga adalah takdir
jangan melepas diri keluar dari takdir
berjalan pada garis yang ditetapkan ibarat membangun rumah dengan kayu,
ada kehidupan dalam kehidupan
setiap yang bernyawa pasti mati,
tidak ada akhir yang tanpa awal, tidak ada awal yang tanpa akhir

Menghadap utara berarti membelakangi selatan
menghadap barat berarti membelakangi timur,
mengikuti arah jarum jam berarti masa depan
melawan arah jarum jam berarti sia-sia
semua telah disusun semua telah diatur mengacaukan susunan yang telah diatur adalah bencana
Manusia tidak akan mendapatkan harapannya apabila mengacaukan susunan yang merupakan cerita diri yang telah diatur ikuti saja kodrat jalan pasti terbuka
mengikuti ambisi adalah memutus rantai nasib baik dan mengikat diri pada penyesalan
Ada tiga kesempatan pada manusia
kesempatan melakukan kesalahan,
kesempatan untuk mengharap mendapat lebih,
dan kesempatan untuk berpikir mengulangi kejayaan
jalani hidup tanpa berpikir melangkah dengan hati
bolak-balik mencari makna
berharap kebahagiaan akan datang
selamatlah bagi orang-orang yang lurus !
hati dapat membuka dan menutup rezeki
langkah kaki soal belakangan
maksud tercapai itu yang utama
jadikan diri tempat curahan karunia
matahari tidak pernah salah arah

Bulan datang di belakang matahari nampak bersinar dalam kegelapan
cahaya semesta akan datang
buka pintu serta jendela hati
selamatlah bagi orang-orang yang lurus !
pemahaman sesaat bukanlah pemahaman selamanya
perbuatan iri adalah perbuatan bodoh lebih bodoh dari orang yang tidak mau belajar,
belajar–bagaimana agar pintu pengharapan terbuka lebar tanpa sekat,
tanpa sangsi dan tanpa batas
dikatakan mengenal tetapi tidak mengenal,
dikatakan tidak mengenal tetapi mengenal
hidup membawa takdir,
takdir membawa cerita,
cerita mendatangkan tanya,
tanya membuat orang berprasangka,
prasangka membawa bencana,
selamatlah bagi orang-orang yang lurus !
menggapai rasa akan berselimutkan pemikiran
mengungkit cerita lama adalah sia-sia
mewarnai langit yang biru jangan dengan kuning
memberi arti pada sebuah perwujudan adalah Ilmu yang berdasar
kebimbangan hanya akan meruntuhkan hati membuat jiwa teraniaya dalam waktu

Banyak yang mencari kecemerlangan tetapi berakhir pada kegelapan,
banyak yang menjadikan awan sebagai pelindung dari cahaya matahari
matahari semakin naik dan awan terus bergerak
sudah takdir bila tidak bisa lari dari cahaya
berjalanlah seperti jalannya matahari,
tanpa ambisi tanpa niat mengakhiri
segala yang ditakdirkan ‘berarti’ akan jadi berarti
banyak yang menjadikan dunianya begitu berarti
ada yang menjadikan dunia sebagai arena uji coba,
menguji diri mencoba ilmu
silih bergantinya ilmu membentuk peradaban semakin tinggi peradaban semakin kuat goncangan untuk berketuhanan dengan benar
peradaban dapat membawa pada keangkuhan kosong,
tidak ada yang tersisa dari keangkuhan kepandaian kecuali rasa malu apabila dipertemukan dengan kebodohannya sendiri
takdir merupakan ketetapan yang berjalan otomatis,
jangan menyalahkan Tuhan tentang sesuatu yang dipandang tidak adil,
bila belum benar dalam memahami kehidupan jangan berharap kehidupan akan berjalan dengan benar

Pengetahuan beredar di muka bumi
tempat pertobatan ada dimana-mana
yang percaya kepada Tuhan begitu banyak
mengapa kehancuran kehidupan masih saja ada,
lalu kemana pengetahuan ?
mengambil air dalam tempayan tidak dengan menghancurkan wadahnya
dapat dimengerti – bila manusia berusaha masing-masing mencari aman dan tenteram sendiri bila memang tidak memungkinkan lagi menggabungkan hati untuk mendapat ketenteraman bersama
muka bumi sangat luas,
seluas hasrat pembentuk nafsu
tidak ada gunanya saling berlomba menciptakan piranti pembunuh karena pada kenyataannya semua dari kita pasti mati
tidak ada yang hidup abadi di muka bumi
keabadian hanyalah kesan yang terbawa hingga setelah mati
mengharumkan nama bukan dengan ambisi,
ambisi hanya akan menghinakan diri
memuliakan diri tidak bisa dengan pamrih,
pamrih membuat diri kehilangan kerendahan hati
yang terbaik bagi diri adalah segala yang terbangun dari putih diri sendiri.

Air adalah simbol dari jiwa yang sepintas lalu
angin mengusai keadaan
daun memiliki kelenturan dan tanah yang memiliki jiwa pasrah atas segala hal perlakuan
semua yang bergabung menyatu membentuk jiwa yang kerap kali berubah-ubah
saat cahaya datang menerangi luruslah dan benarlah setiap langkah
adakalanya tanah berbicara tidak dengan pasrah dalam perjalanan kehidupan
daun berbicara dengan berbisik,
angin berbicara dengan membentak,
dan air berbicara dengan benturan,
jangan salahkan cahaya,
api mampu melangkah sendiri datang dengan menuntut
api akan merasa puas bila telah menunjukkan jati diri bukan masalah soal menang atau kalah, setelah itu padamlah diri dengan sendirinya
membawa diri berarti menguasai jiwa
jiwa yang terkuasai hanya akan terkungkung pada angan kedamaian dari kehancuran yang datang bertahap,
antarlah sepi untuk keputusan yang mesti diambil

Semua dari kita pernah ada dalam persimpangan
antara baik dan tidak baik,
antara ingin dan tidak ingin,
antara suka dan tidak suka,
antara hasrat dan hakekat,
semua itu membentuk pendewasaan untuk dapat menjadi pengambil keputusan yang baik
menepis satu perasaan berarti mendulang perasaan yang lainnya
hati selalu berbolak-balik
selalu ada saja ujian karena hati
teguh dalam prinsip bukan berarti benar dalam pendirian,
prinsip timbul karena keyakinan,
pendirian timbul karena keinginan menegakkan suatu keputusan yang manusiawi
melepaskan beban membuat lari lebih cepat
membawa beban untuk suatu kebutuhan yang memang harus ditanggung adalah bagian dari takdir
pendirian merupakan bagian dari hati yang berbolak-balik asalkan ada kepastian yang  merupakan bagian dari keyakinan
tidak mudah mengenali diri sendiri,
tidak mudah menjadikan diri berkeyakinan sekaligus berpendirian benar

Tidak ada jiwa sebersih jiwa yang pernah sakit,
yang pernah mengantongi gelembung kebodohan dan menghinakan diri sendiri di awal suatu perjalanan hingga tiba pada titik pertobatan atas pemahaman kesalahan menuju arah makna hidup
diri bukanlah embun yang lantas dapat membiaskan cahaya karena sinar yang datang tepat mengenainya
diri bukanlah kaca yang halus dan transparan
diri bukanlah Lumpur yang membatu
diri adalah tempat kombinasi kenyataan yang datang silih berganti dimana keresahan hanyalah bagian dari keinginan rasa pada suatu harapan
tidak ada yang setegar suatu keyakinan
tidak ada jiwa yang halus sehalus hati yang benar-benar pasrah berserah diri kepada-Nya
jiwa yang bersih bukan jiwa yang tidak pernah ternoda,
jiwa yang ternoda bukanlah jiwa yang selamanya tidak akan pernah menjadi bersih,
bersih ataupun ternoda sesungguhnya ada pada pengakuan diri untuk diri atas hakekat diri,
bersih ataupun ternoda bukanlah ada pada  jari telunjuk segelintir manusia hanya karena sesuatu yang kebetulan tertangkap oleh mata, telinga ataupun prasangka

Suatu kenyataan bahwa dunia adalah godaan,
kehadirannya tidak dapat ditahan tetapi dapat dihindari apabila mulai menunjukkan keinginan untuk menguasai meskipun pemahaman telah menyatu bukan berarti telah terbebas dari godaannya
tidak ada yang terjadi yang tanpa sebab,
tidak ada garis yang tanpa penghubung,
tidak ada muka yang tanpa belakang,
tidak akan mengenal putih apabila tidak ada warna selain putih
pelajaran dapat terbaca, tidak semua ada pada jiwa
menghitung-hitung sesuatu hanya akan melupakan hitungan itu sendiri
kesementaraan adalah sifat dunia hingga tidak aneh bila perubahan datang begitu cepat, energi manusia yang terbentuk tidaklah mampu menjelaskan segala perubahan meskipun ilmu adalah pembentuk pemahaman dari pengetahuan yang merupakan rumusan dari berbagai ilmu,
ilmu digali semakin dalam di kejar semakin lari
keterbatasan kemampuan manusia merupakan ketetapan-Nya yang tidak bisa diubah,
ketetapan-Nya adalah takdir

Terkadang kita memandang ke atas atau kebawah untuk melihat atau memastikan sesuatu dan kemudian meyakinkan hati apakah yang terlihat patut untuk dijadikan pemikiran atau tidak
hikmah dapat terambil melalui apa saja, juga dari hirup-pikuk kejadian yang mendatangkan kesadaran jiwa yang sempat lalai dan tanpa sadar telah menyia-nyiakan usia sendiri hanya untuk bermain-main dan bersenda gurau, mempertaruhkan nilai diri untuk suatu yang diluar kepatutan hakekat manusia dan jauh kendali untuk nilai-nilai hidup,
di dunia berlaku ilmu pasti dan pasti alam keduanya menunjukkan pembenaran tetapi keduanya bertolak belakang meski saling berkaitan hingga timbul bantah membantah untuk hal yang dianggapnya diketahui,
tetapi ada juga yang bantah membantah untuk hal yang tidak dimengerti.
bicara badan akan menyangkut jiwa,
bicara jiwa akan menyangkut dunia,
bicara dunia akan menyangkut apa saja termasuk hal kemurnian dan kemunafikan
banyak yang ditampakkan yang bukan sebenarnya

Bicara bukanlah langkah,
langkah benar mengapa masih terbendung bayang-bayang
berjalan mencari hidup dengan cara masing-masing
udara dunia semakin keruh, sekeruh cara mencari kambing hitam
hubungan manusia dengan manusia akan berakhir dengan masing-masing
cinta akan tetap dimiliki bagi yang memiliki dan akan sulit memiliki lagi bagi yang pernah membuangnya
kehidupan dunia merupakan saringan untuk suatu kenyataan di depan
kehidupan ada di dunia,
dunia bukan kehidupan,
dunia simbol pengikis hati manusia meski fisik tetap hidup namun pada kenyataannya lingkar kabut angan alam maya selalu menyelimuti
kembali pada hakekat diri berarti membimbing kembali hati yang lari dari terengah-engah lelah mengejar mimpi,
tertawa sesaat – diam selamanya
Setiap yang bernyawa pasti mati,
waktu pertobatan ada batasannya
Kesalahan hanya akan mengukir penyesalan tetapi kejujuran adalah jalan mendamaikan hati
kemuliaan dan ketelitian membuat setan minder

Ada saat dan kepentingan untuk setiap pembukaan dan penutupan
jiwa merupakan anugerah,
datang dan kembali untuk suatu tujuan,
datang berbekal pedoman dan kembali dengan segala konsekuensi yang terbawa
kerisauan bukan untuk perjalanan kehidupan di dunia tetapi untuk perjalanan setelah di dunia
hidup adalah saat dimana waktu diperlukan untuk dapat memahami arah makna hidup
dunia bukanlah akhirat,
dunia adalah jembatan akhirat
Ada tujuh tahap yang biasa dilalui manusia dalam kehidupan disepanjang usia berjalan,
    - Tahap pasrah
    - Tahap mulai berkeinginan
    - Tahap bertambahnya keinginan
    - Tahap jatuh karena keinginan
    - Tahap ujian kesabaran
    - Tahap memasuki dunia baru
    - Tahap penentuan
keseimbangan hidup diperlukan untuk ketinggian derajat nilai hidup agar terhindar dari kehinaan kodrati

Pengertian harus digali ketenangan jiwa harus diraih hingga tiba pada batas perbedaan yang kadang sulit untuk dinyatakan dan dijelaskan
kenali diri – hingga mengenal siapa diri kita agar tidak menderita karenanya dan berpenyesalan sepanjang hal itu belum berubah agar tidak menjadi bulan-bulanan diri sendiri dengan hati yang terombang – ambing
tidak mudah menjadikan diri berkeyakinan sekaligus berpendirian benar
kecerdasan adalah anugerah,
bentuk dari kejernihan pikiran yang selayaknya digunakan pada jalan Tuhan agar diri menjadi layak di hadapan-Nya
kecerdasan bagai pisau bermata dua,
sesuatu akan membawa dampak pada sesuatu
kesadaran jiwa tidak dapat dipaksakan
menyibak buih di lautan mengangkat karang dari dasar
memisahkan anak kepiting dan anak rajungan
menjadikan angin laut sahabat nelayan
menjadikan bintang sebagai juru penerang
menjadikan hati terbuka
menjadikan hati tidak meninggi
karena hati bukanlah bintang

Bukanlah angin yang sengaja menghembuskan layar
angin melintas pada arahnya
lautan tidak mengimbangi gerak perahu
mengikuti keinginan hati tidak selamanya bisa,
ada takdir “suatu saat” dimana awal terdapat banyak hal didalamnya,                 juga ada takdir “suatu hal” yang meliputi keimanan seseorang yang membawa pada arahnya sendiri
penghormatan orang lain bukanlah jaminan bahwa langkah baik selalu menyertai diri, dan penghinaan yang diterima bukanlah harga mati untuk memperoleh kemuliaan
banyak yang bernilai tetapi kehilangan nilai,
dan yang tidak bernilai justru mendapat nilai
jiwa akan terbangun bila rasa bersalah itu berakhir dan kembali menjadi diri sendiri
jangan melakukan sesuatu yang tidak sepantasnya dilakukan
memahami makna hidup tidak semudah membuat kerusakan
buluh berkibas kulit tertusuk,
memanggang bara tidak menghasilkan ketam
menipu diri selamanya akan berbekas
hidup dalam gemerlap pasar alam membuat manusia terbenam

Suluh buritan kapal tertambat
komandan perang berjaga senantiasa
mengawal negeri hijau sejati
bermandi kemuliaan diantara kemuliaan
bertabur kilauan yang tidak pernah diangankan
Tuhan maha pemberi segala kepada-Nya kita meminta
tidak lepas-lepas diri terjaga
tidak ada lagi nestapa hilang semua yang tertinggal hanya bahagia
buat diri menjadi layak dihadapan Pencipta.
Mengukir batu pada sebuah tebing
tebing terjal yang terbuat dari batu
memanjat tebing dengan menginjak batu
mencapai puncak dengan melalui celah batu
lebih cepat mencapai puncak tebing dengan menginjak batu ketimbang mengukir batu dengan batu.
Sebilah keris dikatakan memiliki kharisma
berawal di panas-panaskan dan ditempa di dapur yang berdebu oleh waktu, kesadaran, kesabaran, ilmu serta kejernihan pikiran hingga terbentuk, terukir, terasah dan tajam yang akhirnya memperoleh jati diri
kesabaran mengalahkan sifat kekakuan,
kesabaran membawa pada keadaan yang lebih baik

Ketika pagi datang anai-anai pergi entah kemana,
menjelang fajar yang menenggelamkan malam tak pelak mimpi tak lagi berpendar terhapus oleh tanda kebesaran Tuhan
menggapai padi tersapa sabit
menggenggam asa mengikis nestapa
tidak ada keluh kesah yang terputus hingga datangnya sebuah terbit di kalung alam
menggapai sinar meniti terang mengalahkan rasa takut karena datang gelap
tidak guna berbekal alat perang bila maut tidak dapat terelak
membasuh langit dengan do’a yang sempat terlupa dikala bahagia merengkuh
semilir angin mengembalikan pagi
seberkas titik cerah memulai hari
sungguh tidak ada kekhawatiran dimuka bumi
yang ada hanya dalam hati sanubari
saat semuanya berlalu semua menjadi membisu
bahkan angin pun malas berhembus dan pusaran air tidak menunjukkan tanda-tanda berputar
Tuhan maha pengasih – tak seperti manusia yang hampir senantiasa pilih kasih,
terkadang salah menjatuhkan kasih meski kepada yang terkasih.

Hindari hati dari belenggu duniawi, agar tidak membuat diri menjadi kecil dihadapan dunia yang akhirnya laksana tulisan tanpa makna dan kulit tanpa isi
dunia mengembangkan banyak hal tetapi sayangnya ada yang membawa pada kehancuran,
menghilangkan tempat butiran padi,
menumbuhkan nestapa yang tidak terhapus
mengisi waktu yang tanpa kelegaan hanya karena sesuatu yang bergeliat pada diri
mengalir dalam darah terbenam pada pikiran
membekaskan luka pada yang lain
ilmu penemu jampe pemake
karsa dan karya bukan untuk kuasa tetapi untuk semesta
rumah untuk fisik membutuhkan materi,
rumah untuk jiwa membutuhkan ketinggian derajat pemahaman nilai hidup
ingat akan pencipta setiap detik,
menahan nafsu setiap detik,
menjadi pemaaf setiap detik,
tersadar diri tak selamanya ada,
tak selamanya kuasai kebenaran
jalan takdir “suatu hal” adalah pilihan sendiri yang terajut itulah yang terpakai.

Semua peristiwa ada masa dan hikmah yang tersirat,
diam bukan berarti tak berfungsi
berdiri tak selamanya tak tergoyahkan
membimbing pagi meniti usia menggenggam asa menyibak peluh keluh kesah
hari kemarin
kesabaran mendatangkan bahagia
bahagia sejati hanya diri yang rasa
bibir bergerak makna menilai
tak semua ucapan menjadi nyata
tak sekedar mengatur kata
tak tergubris asa di langit senja
menjadi senyum dijelang akhir
kesabaran untuk berdiri di batas pendirian tak tergoyah riuh suara yang datang
hari-hari berjalan dengan apa adanya
mencabuti rumput duri dan semak ilalang
memotong ranting dahan yang terpelanting
tak menginginkan gerak yang tanpa aturan
bibir berucap mengatur kata
tak semua ucapan menjadi nyata
ada kenyataan yang tak terucap di depan
membiarkan angin berlalu meniup kemana dia suka
berdirilah dengan keyakinan yang penuh kepastian

Lumba-lumba di laut datang menggiring memberikan ikan pada jala
membuat senyum riang kemenangan para nelayan
apa hanya itu yang diharapkan?
membawa fajar menuju pagi
menebar jala jangkar tertambat
sejuta harap telah menanti
mengapa menggantungkan pada yang tak pasti
kepastian bukan ada pada diri,
kepastian bukan ditentukan diri
kepastian mutlak milik Maha Pencipta
tebarlah jala seluas pasrah
harapan tergantung milik
menebar jala menggantungkan harapan
celaka hati bila jauh dari harapan
jalani hidup tak mesti berangan-angan
angan bagian dari jerat alam maya
hidup adalah kenyataan
membawa hidup menuju yang Maha Hidup
membiarkan diri terhindar dari puing angan tersentuh oleh ilham langit yang menuntun pada arah yang tidak bersebrangan.
jalan keyakinan ada pada diri dan bukan ada pada pembicaraan angin

Kesabaran membawa pada kemerdekaan jiwa
jiwa damai jauh dari sengsara
menuntun pikiran sejernih hati yang tergenggam erat petunjuk Maha Pencipta suatu waktu diri terjaga
tak berkedip menatap hal nyata
angan jelas bukanlah kenyataan
kenyataan yang ada tak mesti diangankan
mencampur peluh dengan dusta adalah kebodohan,
silaf manusia yang belum juga hilang yang mengangkat hasrat menjadi nafsu,
barang langka yang mesti dibuang yang masih terbawa sejak dari dalam kandungan.
mencium aroma membekas pada ingatan
mencari sumber wangi dari dalam diri
sejengkal tanya pada diri
seluas samudera jawaban yang tak terungkap
menyisir takdir meraih harapan
tak terduga diri terjaga
membawa cakrawala terbang meninggi
harapan boleh saja ada,
hempaskan angan yang masih terbawa
tetaplah diri pada diri sendiri
mencari sesuatu yang menjadi hakiki yang tak ditemukan di luar diri sendiri.

Sesuatu tidak menjadi berarti apabila tidak memandangnya bahwa itu berarti
keinginan yang terlintas membuat diri berbicara dengan hati dan perubahan pun terjadi bila pikiran tiba pada saat memperbandingkan
sesekali hujan datang mengguyur debu
meski tak diharapkan datang menggenangi sawah
antara yang berharap dan yang tidak berharap salah satu akan memperoleh keinginan,
tidak akan ada waktu untuk berdebat bila ternyata akhir waktu telah sampai lebih dulu
gunakan waktu untuk memperbaiki diri,
sesuatu akan menyisakan sesuatu diakhir cerita
mata terpejam hati bicara,
mata melihat mengapa hati tertidur
buang jauh angan yang menyisip mengganggu pikiran
semua mata tertuju pada kenyataan namun sedikit hati yang mengerti dari apa yang terjadi
lebih baik menunggu dari pada berandai-andai
bicara kulit bukanlah bicara isi,
semua dari kita berharap perubahan yang lebih berarti namun itu bukanlah satu-satunya jalan penyelesaian pada semua persoalan

Lebih baik jatuh jauh sebelum memulai daripada jatuh jauh setelah memulai
lepaskan angan jalani hakekat diri dan pasrah kepada Maha Pencipta adalah hal terbaik dalam menjalani hidup
masa depan kehidupan adalah kematian,
masa depan kematian adalah alam ghaib, surga atau neraka
ada ketetapan yang terbawa dari sesuatu yang sengaja ditinggalkan
tidak ada materi yang raib atau hilang,
melainkan berubah wujud atau berpindah tempat
setiap mata hati memiliki analisa atas jalannya takdir dan analisa di dapat dari anugerah Maha Pencipta dalam pencapaian pemahaman yang setitik dari tak terhingganya kesempurnaan bentuk takdir.
tidak semua jalan langkah adalah hal yang dapat dimengerti banyak sisipan yang tanpa disadari ada diantara langkah yang justru sangat berpengaruh untuk akhir langkah,
tak mudah angan mewujudkan nyata, tak semudah angan itu tercipta

Semua ada karena langkah yang tersusun,
tidak tercipta nyata di dalam angan yang hanya membawa ruang kosong dalam pikiran manusia
Tak ada satu pun yang sesederhana dari sebuah keabadian kecuali angan
hidup harus melepaskan angan,
rencana merupakan bagian dari angan yang tersusun untuk masa dimana kenyataan tak sesederhana angan banyak waktu yang akan terisi dan banyak waktu yang akan terbuang untuk suatu angan,
yang terbaik sesungguhnya bukanlah angan tetapi jalani hidup apa adanya
kesadaran membawa pada keberadaan kenyataan dimana angan hanya akan membuat manusia tidur panjang yang bila tersadar masih tetap dalam keadaan semula
satu bagian yang dapat dimengerti tetang hidup adalah hal nyata yang menciptakan keberadaan diri dan situasi yang menjadi pembawa pada arah pembentukan jiwa,
tidak ada yang dapat terobati dari lingkungan diseputar jiwa apabila telah keruh berakar dan terbiasa,
jiwa diuji pada keyakinan langkah yang dipilih.

Kekuatan jiwa tergantung dari awal penetapan sebuah akar jiwa yang menumbuhkan pemikiran menuju arah hidup untuk menetapkan takdir “hal” sendiri
tidak ada bagian yang terlepas ataupun hilang dari akar jiwa kecuali menggantikannya dengan yang sebenar-benarnya yang harus dimulai dari akar jiwa yang berkeinginan memahami arah dari keberadaan terciptanya diri sebagai manusia,
diri berkembang sesuai keinginan jiwa tetapi jiwa terbentuk dari lingkungan diri
lingkungan adalah alam dan alam bagian dari takdir
ada suratan takdir,
ada takdir ”suatu saat” dan takdir ”suatu hal”  yang dipilih manusia
hati dapat mempertimbangkan arah gerak jiwa dari penggabungan berbagai rasa dan keinginan terambil yang terbaik yang diharapkan membawa pada kebaikan jiwa.
perbuatan baik membawa pada takdir baik,
perbuatan tidak baik membawa pada takdir yang juga tidak baik
Maha Pencipta adalah maha bijaksana memberi keleluasaan pada jiwa untuk memilih.

Tidak ada yang lebih baik kecuali menyadari sejak awal akhir dari langkah
kebahagiaan sejati di dapat dari keseluruhan susunan langkah jiwa yang terbentuk dari ketinggian pemahaman makna hidup yang membawa pada arah kegemilangan kemuliaan kodrati,
tak terbentuk bila tak dibentuk,
tak terjaga bila tak dijaga,
tak menjadi indah bila sengaja dirusak
Jiwa adalah kesatuan pembentuk diri dari lingkungan alam  yang banyak dipengaruhi oleh angan dan nafsu yang akan menentukan nilai sebuah jiwa
sesungguhnya jiwa adalah suatu kemurnian anugerah dari maha pencipta yang pada saatnya akan dipanggil kembali,
kelayakan jiwa dihadapan maha pencipta terletak pada nilai jiwa,
banyak yang menghabiskan waktu usia diri untuk meraih ketinggian derajat nilai hidup dan apabila dibenturkan pada kekuasaan Maha Pencipta masih akan merasa bodoh dan tidak berguna diri pada semesta hingga mendatangkan kesadaran diri terus – menerus bahwa Dia-lah yang Maha berkuasa diatas semua hamba-Nya
kesadaran adalah awal dari perbaikan jiwa

Tidak semua kesadaran memiliki arah yang berkenaan dengan segala yang berhubungan dengan hal-hal kemuliaan tak pelak diri limbang disaat hati tak dapat
menentukan arah yang terbaik,
segala hasrat menyatu membentuk sebuah nafsu yang membentur kemurnian jiwa
hasrat menyatu diri terbuai, hasrat pergi diri tersadar, hasrat merengkuh diri pun terbelenggu dan membuat jiwa sulit menentukan arah untuk kembali,
sesama manusia menjadi bersilang sengketa,
tak terbatas mengenai apa dan siapa
yang unggul dalam meraih hasrat adalah jiwa yang akan memahami langkahnya di kemudian hari,
yang tertinggal tak meraih hasrat hanya dapat menyesali yang tak teraih sedangkan waktu telah terlewati
Bahasa jiwa sesungguhnya adalah bahasa kemurniaan yang tersadur dari kejernihan pikiran dan segala niat baik yang tak lepas dari hakekat diri diciptakan
kemurnian akan menjauhkan diri dari kehinaan dan membawa pada arah kecemerlangan jiwa dalam kesungguhan keabadian

Sebagai mahluk yang berbudi pekerti sayang apabila tak menjadi seperti hakekatnya diciptakan dan merubah diri dengan membawa pengaruh yang hanya mengikuti pengaruh duniawi,
ibarat menimba air dengan tangan terikat,
memilih tali kait pada wadah yang bocor
lelah akan terasa sama
hasil yang akan membedakan
semenjak pagi bersimbah peluh
belum terhapus hingga menjelang malam
hasil dunia diraih dan akan habis dimakan dunia
tak tersisa peluh untuk lepas dari hasrat
tak terbendung keinginan melampaui kemampuan diri
lelah pasti di dapat
bahagia sementara
dan akan terulang hingga ajal tiba
lalu kemana jiwa akan pergi ?
menghabiskan hari dalam hitungan waktu
menyisihkan bersih di belakang hasrat diri
membalikkan fakta dimana dunia menjadi utama
membalikan hati dari kemurnian diri
menjadikan nilai materi lebih tinggi dari nilai hidup
hingga tiba pada keremangan antara baik dan tidak baik
antara benar dan salah

Menghapus noda secepat keinginan
tak terhapus hanya dengan angan
membawa diri tak mesti bertanya
tergambar jelas jawaban di depan mata
ketajaman rasa baru ada bila diri senantiasa membaca
keheningan membawa jiwa masuk lebih dalam menelusuri arah sebuah makna bahwa kehidupan bukanlah tanpa sangsi
masih banyak waktu bila dicari kesempatan
tak semestinya mengesampingkan kesempatan untuk sebuah perbaikan yang membawa pada arah keabadian jiwa yang sebenarnya
kepasrahan akan memberikan pelajaran sedangkan ketabahan adalah senjatanya
manusia seringkali memiliki keinginan untuk meraih segala keinginan meski suatu saat akan ditinggalkan
keinginan yang baik akan tercipta dari ketidak inginan pada duniawi yang akan membelenggu diri dia akan dibutuhkan sebatas kebutuhan tak terlewati pembatas keinginan tak akan terbang meninggi karena tak diberi kesempatan oleh diri untuk memiliki sayapnya
pemahaman harus selalu digali agar tak salah dalam mengambil arti dan memupuknya dari waktu ke waktu.

Hidup tak seperti serangkaian bunga yang dipetik, dipersatukan dan diatur sesuai selera hidup dijalankan jiwa sebagai penghubung antara  alam nyata dan alam ghaib,
mendengar antara yang benar tidak selalu benar dalam penyampaian selanjutnya,
bisikan hati dapat menjelaskan sebuah kenyataan bahwa yang terindah sesungguhnya hanya ada dalam hati
berbagai cerita tentang hidup kerap terdengar dan tergambar dalam pikiran yang tertuang ke dalam hati untuk dipertimbangkan
tak selamanya diri ada,
tak selamanya diri kuasa,
tak semestinya mengesampingkan hati dari kenyataan dunia
kejernihan pemikiranlah yang menjadi pengawas hati dikala bimbang untuk menentukan suatu keputusan
diri dapat berjalan sendiri dapat melangkah sesuai hati namun diri tak dapat
hidup dengan sendirinya
tergoyah hati karena keinginan
menapaki langkah yang dipersesuaikan menuju akhir dari keinginan hati

Harga diri tak sebanding dengan harga materi bahkan nilai sebuah dosa hanya dapat ditebus dengan sebuah kesadaran untuk suatu penginsyafan
batasan materi tak mampu menerobos dinding pembatas dari nilai sebuah diri
tak semestinya mempertukarkan harga diri yang dijatuhkan oleh nilai materi
dunia apapun bisa direkayasa
Manusia adalah suatu harga diri diciptakan Maha Pencipta  yang diberikan
kemulian yang tidak dapat diperbandingkan dengan nilai materi
kebodohan adalah sumber kehancuran,
mempertukarkan harga diri dengan nilai materi menunjukkan suatu kesalahan besar yang membawa pada penurunan derajat nilai hidup,
sulit berdiri dari keterpurukan adalah akibat yang ditimbulkan dari tindakan menurunkan harga diri dunia merupakan godaan yang mampu meruntuhkan hati siapapun yang tergoda karena kemilau dan kharisma nya
batasan dunia ada diatas tanah dan disitulah dunia berakhir,
tetapi dunia yang menjadi turutan penjembatan akhirat yang dapat melanjutkan perjalanan

Di saat tarikan nafas di situ ada ingatan
di saat hembusan nafas disitu ada keinginan
tak disadari karena memang tak dimengerti
pagi yang tiba akan membukakan mata
terasa dingin sebelum matahari menyapa bumi
tiap waktu ada peristiwa
peristiwa membawa pada ingatan
diri bersusah  payah mencari makna
terbesit kesedihan berpayungkan cerita lalu namun dulu adalah dulu
semua meski berubah menjadi lebih baik
perubahan tak meski terlihat yang terlihat belum tentu menunjukkan perubahan
kebenaran jiwa menjadi awal dari langkah benar,
langkah benar menjadi awal dari sebuah takdir baik yang membawa pada rangkaian takdir berikutnya
jangan menyerah pada nasib,
karena nasib hanyalah perasaan yang timbul karena dugaan dari cerminan sebuah prasangka
hidup mendatangkan ujian,
banyak yang terjatuh,
banyak yang bertahan hingga ajal tiba
kebaikan yang didasari kesadaran dari dalam diri timbul apabila senantiasa mengingat ajal dan bukan mengingat dunia.

Satu-satu datang satu-satu pergi
satu-satu mati satu-satu lahir
hidup berputar, bergerak dan tidak pernah diam
angin bergerak
air bergerak
tanah bergerak
matahari bergerak
benda-benda langit bergerak
hewan bumi bergerak. semuanya bergerak
semua adalah bacaan,
tidak ada yang terlepas dari bacaan
panjang pendek pemikiran tergantung jiwa
yang terpenting bukan sekedar tergantung pada panjang pendek pemikiran tetapi terlaksana dalam langkah dalam hidup dengan kesadaran bahwa jiwa ini ada yang mencipta
dunia dapat diperdebatkan,
alam dapat menjelaskan,
semua itu membuat manusia terpacu mengenal diri yang pada akhirnya tergantung jiwa untuk memutuskan bahwa akan menjadi rendah hati atau menjadi sebaliknya
segala langkah akan kembali pada jiwa
takdir tak pernah salah dalam berpihak
ketentuan-Nya ada untuk setiap yang ditentukan

Kesucian banyak dicari
kebersihan banyak dibeli
keinginan banyak ditimbulkan
kemunafikan banyak disembunyikan
kekayaan banyak dipamerkan
kepandaian banyak ditampilkan
kebingungan banyak ditampakkan
dan masih banyak warna lain dalam hidup
ada satu diantara beberapa hal yang jarang dicari orang hal itu adalah kematian
dan yang lainnya adalah penderitaan dan sakit tetapi jiwa seringkali justru menjemput ketiganya dalam langkah harian meski ada yang tanpa menyadari
memberi ruang pada pemikiran adalah juga memberi ruang pada hati
ruang yang baik akan terisi dengan hal baik,
ruang yang tidak baik akan terisi dengan hal yang tidak baik
semua tergantung jiwa, mau apa dan kemana
pengetahuan jiwa ada pada jiwa itu sendiri
tidak ada bekas tanpa ada yang meninggalkan bekas
bekas menjadikan tanda pada pemberi bekas,
ada dan kemudian menghilang,
yang tidak ada timbul menjadi ada,
semua yang ada karena diadakan

Kekhawatiran mampu menjerumuskan diri,
diri menanti kepastian sedang hal pasti belum juga tiba
kepasrahan sebenarnya bukan hanya sekedar ucapan kepasrahan adalah jelmaan dari kekhawatiran yang membutuhkan kepastian
pasrah diri tak selamanya benar,
kekhawatiran tak selamanya benar,
keduanya memiliki sangsi untuk diri,
manusia dan kepasrahan adalah satu disaat ketidak berdayaan itu timbul
kekhawatiran akan meninggalkan separuh hati dari ketegasan pendirian
nasib baik tak terlepas dari awal kepasrahan semua berawal dari kekhawatiran
melepaskan kekhawatiran tidaklah mudah sarana yang ada di tangan terasa tidak sanggup untuk melepaskan kekhawatiran hanya hati sendiri yang mengetahui cara
melepas kekhawatiran sekaligus membentuk kepasrahan yang benar
tidak ada yang bebas terlepas dari kekhawatiran dan kepasrahan,
karena keduanya adalah bagian dari kabut hati yang menggoyahkan pendirian

Perputaran hati tak dapat dihentikan tetapi dapat dipahami dari apa yang terjadi
nasib merupakan bagian dari jalan takdir yang tidak berdiri sendiri dimana proses telah lebih dulu berjalan
gambaran tentang diri menunjukan proses jiwa yang menggabungkan antara keinginan dan  kemampuan berpikir semakin banyak kesalahan semakin banyak penyesalan tetapi banyak atau sedikitnya makna yang terambil kembali pada jiwa dalam menentukan pikiran tidak semua dari jalan takdir membawa pada nasib baik ada ketetapan yang merupakan bentuk dari hasil perbuatan jiwa semua memberikan makna bagi yang dapat membaca meski tidak semua dapat terbaca
jalan hidup merupakan teka-teki dalam penggambaran bentuk dari sebuah takdir dari perbuatan jiwa,
semua telah diatur-Nya,
pertimbangan-Nya adalah kebenaran dan kenyataan
kebaikan-Nya adalah jalan pertobatan agar tercipta bentuk takdir baik yang layak bagi jiwa

Manusia terkadang tidak seperti kodratnya sebagaimana ketetapan dari Maha Pencipta dalam menentukan kodrat asli manusia tercampur oleh jiwa penggerak nafsu yang memporak-porandakan bentuk dari kodrati manusia yang mampu di pengaruhi oleh jaman dan keagungan nilai sebuah diri
manusia mampu meninggalkan hakekatnya berubah menjadi manusia semu,
luar tidak menunjukan dalam, dalam meninggalkan fungsi luar,
ketidaksetaraan membuat jiwa hanya menjadi bentukan yang tidak jelas yang tidak memiliki ketetapan jalan hidup yang semestinya menjadikan diri mati sebelum mati
pemaknaan hidup menjadi tersamar menjadi tidak penting dan terbuang sampai pada akhirnya takdir diri datang dan memperjelas bentuk dari jalan hidup yang dipilih selama ini
mengawal diri dengan pertimbangan untuk sebuah akhir langkah merupakan suatu hal kebijaksanaan kodrati yang semestinya  dijalankan dalam pencarian kelurusan makna hakekat diri untuk tetap berada pada keaslian kodrati

Persimpangan demi persimpangan dilalui manusia tak terarah terkadang langkah pun terus menempuh dari satu sisi berpindah kesisi lain mengikuti hasrat mencari apa yang dicari meski tak terjelaskan akhir dari suatu pencarian
kesetiaan pada kesendirian terkadang membuat diri nampak bodoh dihadapan orang yang belum teruji kepandaiannya ada ketabahan untuk membayar suatu keyakinan yang tak terputus pada tali kesadaran untuk  tetap menegakkan pendirian, kebenaran akan teruji dimana kesalahan akan menjadi mata rantai dari pengungkapan kadar suatu kebenaran
cermin  akan menampakkan apa yang ada dihadapannya dengan jujur,
tetapi tak demikian hal nya dengan jiwa yang terbiasa hidup tanpa bercermin
mengubah kebiasaan tidaklah mudah terlebih menerima hal-hal baru yang tidak
tertangkap oleh hati dan pikiran terbukti  bahwa pembelajaran adalah hal yang tidak akan pernah selesai namun akan menjadi cukup dan berhenti  pada batas pemahaman

Keseimbangan diri dalam menjalankan waktu di sepanjang usia berjalan antara keyakinan yang berketuhanan dengan kebutuhan hidup merupakan hal yang tidak terpisahkan semua itu memerlukan ilmu yang diiringi oleh kejernihan pemikiran dan bercermin pada berbagai pengalaman
kesederhanaan akan tercipta dari ketinggian kejernihan pemikiran yang tak terlepas pada kesadaran dalam berketuhanan sebagai makhluk yang rela diatur
jati diri akan tercipta, kesahajaan langkah menjadi penyusun dan ketenangan diri akan menjadi bagian akhir dari terciptanya jati diri yang benar,
akan menjadi sia-sia diri apabila salah dalam menetapkan pemikiran yang memiliki konsep dan memberi ruang pada kerusakan
hidup membawa pada konsekwensi yang tidak dapat terbantahkan
kepada orang lain debat dapat dilakukan,
kepada lingkungan diri dapat berkuasa,
tetapi tidak pada konsekwensi diri dari semua langkah yang dapat dijalani dan dari
segala yang menjadi milik diri

Berbaurnya berbagai jiwa dalam diri tidak lebih baik dari mengungkap putih jati diri sendiri
mengisi diri dengan hati-hati,
melukis takdir dengan berpikir,
menetapkan suatu keputusan akan berbalik pada pembuat keputusan
hidup membawa pengetahuan yang begitu luas tetapi tak semua dapat tertampung oleh jiwa
mutu dari suatu jati diri ada pada perilaku jiwa yang tidak dibuat-buat semua menggambarkan begitu banyak jati diri yang tumbuh di dunia yang menjelaskan yang terbaik, yang baik, dan yang tidak baik yang tidak patuh dijadikan contoh bagi jiwa yang mencari kebenaran
berbagai pemikiran akan mengarah kepada satu keputusan yang memiliki landasan keinginan atau hasrat yang mengarah pada terbentuknya sebuah hawa nafsu
hidup membawa konsekwensi karena konsekwensi adalah bentuk dari hidup yang mendatangkan peralihan dari yang baik menjadi tidak baik atau dari yang tidak baik beralih menjadi baik




Segala yang terjadi telah tertulis dan meralatnya membutuhkan waktu yang panjang yang mesti diiringi oleh kebesaran jiwa dalam menyingkapi segala yang terungkap
lari dari kenyataan hanya akan membuat diri terlepas dari tuntutan menuju penyesalan dan memperpanjang catatan diri dalam langkah yang semestinya tak demikian
kesadaran akan tiba kebelakangan setelah perputaran kebingungan itu berakhir,
tak semua langkah adalah benar jadi wajarlah bila ada kesalahan pada langkah
pendewasaan akan timbul setelah banyak melewati rintangan dan banyaknya kejatuhan yang terjadi karena memang hidup harus dipelajari dan dipahami
keberhasilan timbul karena ada kegagalan,
kegagalan timbul karena kurangnya diri dalam memahami langkah untuk meraih keberhasilan
keberhasilan yang sesungguhnya ada pada pemahaman dan bukan ada pada pujian 
banyaknya pamahaman tentang langkah diri yang telah dibuat menjadikan diri menjadi dewasa yang sebenarnya dan bukan karena usia




Tidak ada niat untuk merubah diri menjadi diri yang memiliki pemahaman tentang makna hidup sama artinya membentuk diri seperti manusia yang kehilangan jati diri,
menjalani hidup tanpa mengenal arah
berpikir sekenanya
memakai hati dengan tanpa saringan
terbentuk kebingungan dalam memaknai kebenaran
mempersalahkan orang lain pada kejatuhannya
menyesali yang tidak semestinya
membangun yang tak sepenting bangunan pemahaman yang membawa pada kebaikan perubahan jiwa
menghapus yang hanya mampu di hapus dan tidak menghapus segala kebodohan diri
semakin jauh diri dari pencarian kebenaran tentang makna hidup selama itu tidak pernah teraih kebahagiaan yang sesungguhnya
bila datang keberhasilan dikatakan bahwa itu adalah kesuksesan,
lupa pada ujian diri tentang diri dan segala yang diperoleh akan membawa pada konsekwensi kehidupan yang akan dipertanyakan dan dijawab sendiri
yang berawal dari diri akan kembali pada diri
yang terbentuk itulah yang sebenarnya diinginkan



Seberkas sinar yang datang hendaknya ditampung menjadi sebuah sinar yang sejati yang menunutun pada arah yang sebenarnya
tidak perlu dicari dan tidak perlu dinanti,
bila ada waktu untuk memperpendek catatan mengapa lari dari kebenaran
berbaik – baik pada diri adalah berbaik – baik pada takdir
membuka diri untuk mengetahui seberapa nilai diri dihadapan Tuhan menjadikan diri sebagai makhluk yang tahu diri dan bukan menjadi makhluk yang  kehilangan rasa malu
tidak ada arti bila jauh diri pemahaman
tetapi Tuhan maha Pengampun,
semua tergantung jiwa
kelayakan pengampunan terletak pada kesungguhan jiwa untuk minta diampuni dengan kesungguhan untuk memperoleh petunjuk dan menjadikan diri layak dihadapan maha Pencipta
kemuliaan tidak dapat dibeli,
kemuliaan tidak dapat dipinjam,
kemuliaan itu ada dalam jiwa sebagai pertanda bahwa Dia-lah Maha Mulia yang menjadikan manusia menjadi mulia yang diharapkan-Nya tetap menjadi mulia




Tidak ada satu pun daun yang berguguran  yang tanpa kehendak-Nya
tidak ada sesuatu pun yang tumbuh tanpa kuasa-Nya
bagaimana mungkin manusia bisa lari dari pengetahuan-Nya
bagaimana mungkin diri terjaga tanpa kehendak-Nya
mendekatkan diri pada Maha Pencipta membuat diri terlepas dari keterikatan berbagai godaan yang sering menjelma di depan mata
kebebasan hanyalah ada pada angan sedangkan menjalani hidup merupakan keharusan yang diharapkan tetap pada aturan-Nya
bisikan akan senantiasa terdengar,
kesepian akan menentramkan jiwa yang membawa pada penghayatan tentang apa yang selayaknya dijalankan jiwa
mengapa mesti menunda bila datang cahaya yang menuntun pada langkah karena cahaya tak selamanya berpihak pada kita
datang terang menepis gelap,
meski membawa bayang-bayang diri yang tak terpisahkan kemana kita pergi
hidup tak semestinya di hantui bayang-bayang
semua terbentuk dari segala yang memberikan bentuk




Adakalanya kebisingan mengajak pada sebuah pemahaman dimana tak selamanya keresahan menciptakan keadaan yang tak menyenangkan setelah tiba penjelasan maksud di akhir keresahan
air mengalir menjernihkan sekitar,
melewati bebatuan yang bercelah tajam namun air tak terluka,
dia sampai pada kenyataan dimana tujuan sesungguhnya adalah laut lepas tempat bertemu sejuta anak sungai
kejernihan membawa terang,
terang membawa pada kejelasan,
maksud tak selamanya sampai,
dan yang teraih terkadang datang tanpa awalan hingga ada hal yang menyerupai kekaguman yang tak pernah ada dalam bayang pikiran
manusia tak mampu memastikan,
ada jarak antara kepastian dengan dugaan yang sarat dengan kecendrungan pada kegagalan
masih banyak terdengar bising suara yang datang yang tanpa makna yang berkata tanpa tahu apa yang dikatakan,
menyembunyikan kebodohan dibalik kepandaian memutar-mutar prasangka hanya membuat semakin jauh pada hal-hal kepastian

Kesabaran dalam mengatasi segala persoalan menjadikan diri memperoleh derajat yang lebih tinggi dalam memahami setiap persoalan dan memahami maksud yang tersimpan dibalik setiap persoalan
tidak mudah menjadikan diri melakukan kesabaran dimana godaan untuk melakukan pertentangan pun selalu timbul
tidak ada gunanya menjalin hubungan dengan kerusakan yang hanya membuang-buang waktu untuk memperbaikinya kembali
langkah maju dalam perbaikan dan kebenaran akan membuka wawasan pada kebaikan dan kebenaran yang lain yang menyatukan pemahaman untuk memperoleh peningkatan kedekatan diri pada yang Maha Kuasa
sejauh manusia berpikir tidak akan jauh pemahaman tentang keberadaan Pencipta
kedekatan ada pada hati dan keyakinan,
yang terpenting dalam hidup adalah melepaskan angan, menjalani hakekat diri dan
berserah diri pada yang Maha Kuasa
Dia-Maha berkehendak,  lalu mengapa kita masih memaksakan kehendak
Dia-Maha Pengatur,  lalu mengapa kita tidak rela untuk diatur

Mencari-cari kesenjangan pada segala persoalan tidak akan pernah membawa pada keselarasan dan malah memperlebar kesenjangan itu sendiri
bukan Tuhan yang menciptakan kesenjangan,
tetapi kita yang belum memahami dari apa yang diciptakan Tuhan
pengetahuan dapat membuka sedikit takbir soal rahasia ciptaan Tuhan,
tetapi tidak pernah sanggup diri membuka semua rahasia diri sendiri meski jelas tidak terlepas dari kesempurnaan pengetahuan Tuhan 
dekat dengan-Nya adalah kebahagiaan yang tidak dapat tergantikan oleh sesuatu apapun
manusia berpikir, Dia-yang menuntun,
manusia merasa, Dia-yang memastikan,
manusia tertidur, Dia-yang membangunkan,
manusia bersalah, Dia-yang mengampuni,
kehendak-Nya adalah mutlak untuk setiap yang dikehendaki-Nya
tidak ada hal yang membawa pada pemahaman kebenaran apabila belum sempat diri terjatuh dan jauh dari pemahaman karena kelengahan dan ketidaktahuan
kebenaran akan datang belakangan yang diikuti oleh pemahaman

Berjalan dalam terang hindari keremangan
terseok-seok namun sampai
seonggok taburan benih harapkan tumbuh
menyatu jiwa pada kuasa Tuhan
menanti tabir tersingkap putih
berjajar baris asa harap tergapai
bibir terucap hati menggapai
langkah tulus niscaya sampai
sejauh hasrat terbuang secuil masih tertinggal
hal biasa yang tersisa dalam hati
makna memaknai jiwa
jiwa memaknai hati
hati memaknai langkah
langkah benar menyusun kemerdekaan jiwa
tidak tersangka bila bahagia menyusul mencari jiwa yang kerap berdo’a meminta pada Tuhan alam semesta
setetes bagi-Nya adalah tak terhingga bagi manusia
sejauh ilmu terengkuh kembali pada kekuasaan-Nya
tak terhindar diri dari pengawasan-Nya
lebih baik menunggu daripada terburu-buru meraih penyesalan karena ketidaksabaran
hidup sebenarnya mudah setelah Tuhan menunjukkan  kuasa-Nya pada jalan  untuk jiwa yang dituntun-Nya


Jangan jadikan ilmu sebagai penjarak pada Pemilik ilmu
tak terbatas keinginan manusia yang hampir selalu ingin menggenggam langit
tak tersadar kodrat tergeser
tak diingatkan pada kembalinya jiwa
bahagialah diri yang terbawa jiwa yang benar
yang bertumpu pada kerelaan diri di atur Pencipta
bila jiwa bicara kemurnian kata-kata maka langit akan bicara soal jiwa
bila jiwa bicara seadanya maka dunia yang akan mendengarkannya
tetapi bila jiwa terdiam tanpa kata namun hati penuh pada makna maka terserap banyak kebahagiaan yang tanpa diduga
ada yang enggan rela diatur tetapi ada yang pasrah untuk di atur-Nya
semua mengharap pada - Nya
Dia - yang dapat mengabulkan berjuta harapan siapa yang dikehendaki-Nya
senantiasalah ingat pada –Nya dalam keremangan ataupun terang





Jalan hidup manusia bukanlah hal yang dapat dipastikan dengan hasrat yang terbawa ambisi jalan hidup manusia sesungguhnya adalah karunia yang selayaknya di syukuri yang membawa pada bentuk takdir yang telah ditentukan Maha Pencipta
tidak mudah untuk memahami diri dalam pencarian maksud maha Pencipta atas segala kejadian dan hikmah dibalik kejadian
tidak mudah membawa hati selaras dengan kalbu
keinginan dalam berkehidupan layak terkadang membuat diri lelap pada ingatan mula tujuan diciptakan-Nya manusia
kodrat membawa takdir,
jalan takdir menentukan bentuk takdir,
perubahan hati terkadang tanpa disadari telah berbelok dari arah yang semestinya
pembodohan diri bukan dari orang lain tetapi karena diri kurang memahami akan sesuatu yang membawanya pada pembodohan
tak selamanya hidup enak dan tak selamanya hidup menderita,
kenikmatan hidup ataupun penderitaan adalah kenyataan namun yang terpenting di balik keduanya adalah kesadaran sebagai makhluk atas karunia yang terwujud dalam pemenuhan kebutuhan




Optimisme manusia menjadikan awal untuk senantiasa bersemangat dalam mengejar cita-cita dan mimpi sebagai makhluk sosial wajar bila terjadi gesekan diantara sesama namun janganlah menjadikannya sebagai penjarak yang justru tidak lagi menjadikan nya sebagai makhluk sosial
yang terpenting bagi yang ingin selalu memperoleh ketenangan dan kedamaian adalah pendekatan diri kepada Maha Pencipta jalan inilah yang membawa diri selalu ada pada jalur tujuan mula hidup
kesuksesan bukan hanya terletak pada kecukupan kebutuhan akan materi tetapi juga sukses dalam pegkajian dalam mengembalikan jalan hidup dari yang tidak baik menjadi baik dihadapan maha Pencipta
segala yang berkenaan untuk perubahan diri yang mengarah pada kebaikan membutuhkan waktu serta segala yang berhubungan dengan ketabahan
tidak ada jiwa yang tidak ingin lurus tetapi kekuatan jiwa dalam menjalani proses tersebut tidaklah semudah harapan
hidup adalah ujian, lulus dalam ujian adalah kemuliaan dimana kelak mengantar jiwa pada ketetapan perubahan terbentuknya jiwa yang layak dihadapan-Nya





Dasar jiwa sesungguhnya bersih,
bersih sesuai kodrat,
kembalinya jiwa kepada Maha Pencipta merupakan  tanggung jawab setiap jiwa
konsekwensi ada karena langkah,
langkah membawa pengaruh,
pengaruh terbawa karena alam,
alam karena jiwa,
kesucian pada manusia bukanlah karena perbuatan melainkan kasih sayang Maha Pencipta
jiwa yang tenang bukanlah jiwa yang tetap dalam keadaan tenang,
jiwa yang tenang bukan pula jiwa yang terlepas dari segala persoalan,
jiwa yang tenang merupakan jiwa yang didapat dari pemahaman bahwa yang terbaik dan layak adalah jiwa yang patuh pada ajaran Tuhan  yang dilaksanakan dengan kesungguhan dan rasa ikhlas
pemahaman tentang hidup merupakan perjalanan pembelajaran yang tidak pernah selesai,
tidak terbaca tanpa membaca,
meski kadang tidak tertulis namun dapat dipahami dimana segalanya dapat memberikan tanda
pengetahuan manusia terbatas yang merupakan bagian dari kodrat manusia



Tak terbendung banyaknya kuasa Maha Pencipta
tak terbatas apa dan siapa
Dia-berkehendak dengan segala kuasa-Nya
Tercurah segala kebaikan bagi yang mampu merasakan dan tidak pernah lepas dari rasa bersyukur dengan segala kejernihan hati
manusia menerima dari berbagai arah segala apa yang dikehendaki-Nya tanpa tahu dan tanpa dapat diperkirakan lebih dulu
yang terjadi maka terjadilah,
Dia Maha berkuasa diatas segalanya
sejauh diri berpengetahuan sedalam pemahaman itu di gali tetap bertemu pada
kuasa-Nya, 
rasa bisa tiba pada pembenaran tetapi dapat juga menjadi sesuatu yang mampu
mengalihkan pikiran dan lari dari yang sesungguhnya dimana diri tak mampu
mengendalikan gerak nafsu yang menggoyahkan hati dan pikiran
tak layak bila anugerah itu disalah artikan dan menjadi terpakai untuk melawan
berbagai aturan-Nya
membawa diri tidaklah mudah,
mengenali orang lain juga tidaklah mudah



Tidak ada hal yang luput dari kekuasaan pengetahuan Maha pencipta,
Dia menitipkan begitu banyak karunia pada manusia namun tak sebanyak manfaat yang tercurah dari manusia kepada sesama dan alam
tak pantas mengesampingkan karunia hanya untuk menipu diri sendiri
begitu banyak bacaan yang layak untuk dibaca namun tak banyak pemahaman yang dapat diperoleh
tempat yang baik untuk hal-hal yang baik,
tempat yag tidak baik untuk hal-hal yang juga tidak baik,
tak semua dapat diukur oleh mata hingga tak pantas menjalani hidup dengan mengandalkan prasangka,
tak ada prasangka yang menuju pada kebaikan,
tak ada kebaikan yang sebenarnya yang dimulai dari prasangka,
diri adalah wadah yang bukan untuk prasangka yang hanya memberi tempat pada hal-hal yang dapat menjerumuskan diri karena kesalahan dalam menempatkan hati tempat hati sesungguhnya untuk kebaikan dan bukan untuk menampung prasangka,
tiadakan waktu untuk membuka hati pada hal yang merusak diri





Sesungguhnya hidup tidak dapat tergantikan dengan nilai-nilai yang bertentangan dengan nilai hidup
hidup memiliki hakekatnya sendiri, dimana diri selayaknya mengacu kepada      hal-hal yang berhubungan dengan nilai-nilai hidup
keagungan dan kebesaran sesungguhnya hanya milik Maha Pencipta
jalan hidup membawa manusia pada berbagai arah karena berbagai arahlah yang mengarahkan untuk terbentuknya sebuah bentuk takdir
kehilangan mata arah akan membenturkan diri pada kesesatan yang menghilangkan sedikit demi sedikit waktu untuk menjalani hidup yang searah pada hakekatnya
bagi kesadaran akan ada penginsyafan,
bagi keheningan akan ada pencerahan,
bagi kecerobohan akan ada penyesalan,
dan bagi diri yang kehilangan mata hati akan mendapatkan kekeliruan dan ketidakpastian dalam memperoleh sebuah keyakinan yang menuntun pada jalan ketuhanan
menjaga mata hati bukan dengan prasangka,
menjaga mata hati bukan dengan kecemasan,
tetapi menjaga mata hati dengan kesungguhan keikhlasan



Tidak semua yang terpikir dapat dijadikan sandaran untuk sebuah harapan kedepan Maha Pencipta adalah Maha Pengatur segalanya,
Dia-berkuasa atas segala ilmu-Nya menjadikan kesabaran sebagai suatu yang paling berharga disamping ketaatan kepada-Nya
hidup mati manusia bukan terletak pada kuasa manusia,
demikian pula kebahagiaan,
karena Dia-lah yang menghendaki semuanya
tidak ada yang lebih berkuasa dari pada-Nya
suara manusia tetaplah suara isi adalah anugerah-Nya
suara dapat membalikkan fakta menjadi berbalik kepada yang mengeluarkan suara
suara yang terbaik dan terindah tidak lain adalah isi yang disuarakan-Nya
tidak selamanya yang lurus itu benar dan tidak selamanya yang berliku itu salah,
jalan hidup serta kesuksesan seseorang tidak dapat dilihat dari lurus atau berlikunya tetapi ada pada pemahaman dengan keyakinan pada kebenaran yang tidak berseberangan pada jalan-Nya
sukses diawal belum berarti sukses di akhir,
gagal diawal belum berarti gagal di akhir,
semua semata-mata ditentukan oleh-Nya

Jalan hidup meski berkesinambungan tidak mudah menjadikan diri berkeyakinan sekaligus berpendirian benar
banyak yang terjatuh karena suara dan banyak yang terangkat karena suara pula
tetapi dihadapan-Nya tidaklah karena pengaruh suara manusia karena Dia-lah Maha Mengetahui segalanya
Dia Maha Pemberi Kemuliaan dan Dia - pun yang menentukan kapan kejatuhan seseorang
kembalikan segala urusan kepada-Nya dengan keyakinan bahwa yang dikembalikan itu layak dihadapkan kepada-Nya
tidak semua diberikan-Nya pada manusia meski semua adalah milik-Nya
jadikan diri layak dihadapan-Nya dan yakin bahwa segala yang diberikan-Nya adalah hal-hal yang terbaik sesuai saat dan kepentingan
memiliki jiwa besar tidak lantas terjadi begitu saja,
jiwa besar adalah jiwa yang sering kali berhadapan dengan masalah-masalah besar yang membutuhkan kebesaran jiwa dalam menghadapinya dan bertahan pada jalan-Nya

Meski hakekat manusia sama tetapi tidak demikian halnya dengan jalan hidup serta keberadaan diri di tengah-tengah lingkungan dimana diri berada,
tidak sulit membebaskan diri dari kesulitan yaitu dengan tidak mencari-cari kesulitan, tidak mudah meraih kebahagian meskipun dengan tidak menipu diri sendiri
hidup adalah ujian,
penghargaan atas keberhasilan sebuah harapan merupakan bentuk dari takdir yang tidak selesai sampai disitu tetapi menjaga anugerah-Nya juga membutuhkan jalan takdir yang lain yang juga akan membawa pada bentuk takdir yang lain
tidak ada keharusan bagi manusia untuk memaksakan kehendak atas segala niatan diri,
berpaling dari sikap keras kepala beralih menjadi manusia yang berpahaman tentang kepentingan diri dan kepentingan orang lain dengan mengambil jalan tengah pada aturan Tuhan dan bukan pada aturan yang dibuat sendiri
segala sisi kehidupan banyak mencerminkan prilaku yang juga merupakan kebiasaan yang terpancar dengan tanpa sadar dipertunjukkan
tak semua diri mampu mengendalikan diri sendiri.

Tidak semua diri berniat untuk kembali meraih kebenaran yang hakiki
bertabur pengetahuan belum berarti dapat mengendalikan diri agar terlepas diri dari segala yang menjerumuskan baik yang terpikir ataupun yang tidak
banyak diri yang terbuai dengan kenikmatan janji-janji surgawi duniawi
semu tergenggam akhir dipertanyakan,
sebisik hitam menerpa selangkah mundur mengantar pada ketidak jelasan dimana diri berdiri,
perahu kehidupan penuh gemerlap berlomba orang mengarunginya meski tersadar ada sangsi dalam setiap tarikan nafas
semoga yang tergenggam itu membawa selamat hingga akhir
kesesatan dalam berpikir membawa pada kesesatan langkah yang terjadi karena tergoyah dari akar jiwa yang tidak selaras pada aturan Maha Pencipta
jarang jiwa menyadari bahwa telah jauh membawa diri masuk dalam lingkar kesesatan yang sepintas seperti jalan kebenaran

Ketelitian yang disertai pemahaman yang dapat membedakan antara kesesatan dan kebenaran,
kebenaran didapat dari jiwa yang benar yang merupakan jalan panjang pendekatan diri pada yang Maha benar
apabila hati tak lagi menyatu dengan kejernihan pikiran dan langkah tak lagi selaras pada hukum yang berlaku maka tunggulah akan datangnya malapetaka yang berangsur-angsur mengikis hakekat diri serta semakin jauh diri terlepas dari
tuntunan-Nya
tak baik membiarkan diri terus menerus terbawa ambisi  untuk suatu urusan yang tidak layak dihadapan Maha Pencipta
mengartikan hidup jauh lebih ringan ketimbang menyadari hati dalam melangkah mengisi hari
membiarkan hati berjalan mengikuti langkah orang lain yang belum berpegang pada kesadaran dalam membaca hubungan antara jiwa dan alam sama artinya menodai diri sendiri
kesadaran merupakan hal terpenting untuk menjalani hari hingga keberadaan hati dan pikiran senantiasa selaras dengan kalbu niat baik saja tak cukup kuat untuk setiap goncangan yang datang

Kemuliaan diri diperoleh manusia karena anugerah pendekatan diri kepada Maha Pencipta yang terus menerus dengan keimanan dan rasa syukur yang juga  terus menerus melalui jalan ikhlas dengan ilmu dan kejernihan pikiran
kedatangan kemuliaan memiliki tanda-tanda dan kenyataan atas menjauhnya prilaku buruk dimana kemurnian kebaikan telah kokoh berdiri
jalan ikhlas memiliki tiga hal utama
 -   lepaskan angan, jalani hakekat diri dan pasrah kepada Maha Pencipta di akhir 
     setiap permulaan.
-   menahan diri dari khilaf yang datang tiba-tiba dan dari khilaf yang tersusun rapi
-   mencari titik kebaikan orang lain sehingga diri mampu melupakan kesalahannya 
    dan kembali menghargai
tidak ada jiwa yang sempurna seperti dalam perkiraan pikiran,
bukan manusia nya yang dijadikan figur tetapi sesuatu yang melekat pada jiwa yang tidak berseberangan dengan hakekat diri yang dapat dijadikan figur
menjatuhkan pilihan untuk suatu kecendrungan memiliki dampak yang kuat akan terbentuknya satu bagian dari akar jiwa.

Tidak semua jiwa mempunyai keinginan untuk menjadikan dirinya berada pada pihak yang benar dimana tak semua keinginan merupakan hal-hal yang dapat membawa pada peningkatan derajat yang membawa pada perkembangan terciptanya keselarasan antara jiwa, bumi dan sesama mahluk bila saja ada perkembangan nilai diri hampir dapat dipastikan akan datangnya perubahan baru untuk setiap gerak jiwa
perkembangan semesta membawa perubahan pada gerak jiwa yang mengarah pada terbentuknya adaptasi untuk perubahan yang tercipta
manusia tidak dapat memastikan tentang apa yang terjadi di muka namun apabila Maha Pencipta yang menghendaki tidak ada hal yang tidak mungkin karena ada hubungan yang erat antara alam, manusia dan semesta tetapi sayangnya pengetahuan manusia berlalu silih berganti dan terputus-putus hingga seakan terjadi penggolongan – penggolongan untuk setiap pengetahuan
gerak jiwa menandakan timbulnya pergeseran atau penyatuan hubungan antara manusia dan lingkungan
pikiran merupakan lingkungan tetap bagi jiwa yang senantiasa mempengaruhi terbentuknya kemampuan diri yang membawa pada nilai diri

Peradaban manusia yang berketuhanan yang sesungguhnyalah diharapkan Maha Pencipta dimana kedamaian dalam segala lingkungan bergerak secara harmonis dan berkesinambungan
peradaban yang jauh dari rasa berketuhanan menjadikan semesta hanya sebagai objek penderita yang setiap saat dapat digunakan untuk memperkaya hasrat diri menuju keabadian hawa nafsu diri sendiri tidak ada hal yang berarti di hadapan pengetahuan yang menjurus kepada perselisihan dan penghancuran yang disengaja, 
pertanggung jawaban diri kepada alam akan terjadi di saat bentuk takdir itu tercipta
pengetahuan merupakan anugerah yang apabila disalah gunakan akan menjadi sama artinya dengan tanpa pengetahuan
manfaat alam yang diciptakan Maha Pencipta memberikan kemakmuran bagi yang bersyukur disamping membawa pada jalan keimanan dan apabila terputus dalam hubungan antara manusia dan Tuhannya maka melalui alam pulalah Tuhan mendatangkan ingatan-Nya,
selagi masih bisa kembali pada jalan-Nya dan selagi waktu itu berpihak jadikan kesempatan sebagai pembentuk kesadaran pada tujuan mula hidup

Keterikatan diri pada kebendaan menjadikan diri tergantung pada kebendaan itu sendiri banyak makna hidup yang tersingkirkan apabila berpacu diri dalam waktu yang hanya mengikat pada keterikatan yang keliru
meluangkan waktu sejenak menatap jauh pada  kualitas diri yang disejajarkan pada ketetapan Maha Pencipta tentang segala keharusan dan yang tidak seharusnya mampu membawa kesadaran menuju kejernihan pikiran yang layak dihadapan Maha Pencipta
Dia-Maha bijaksana, Maha Menunggu manusia untuk bertobat
sesungguhnya dunia bukanlah suatu yang membosankan atau untuk mencari kebahagiaan tetapi dunia merupakan sarana pendekatan diri pada Maha Pencipta dimana kebahagiaan yang diraih merupakan anugerah besar dari Nya
jiwa yang bosan kepada dunia adalah jiwa yang belum sepenuhnya menyadari bahwa kehidupan memiliki banyak warna
memperturutkan keinginan untuk memperoleh kebahagiaan meski diluar hakekat diri adalah hal memperoleh kulit dan bukan isi yang baru akan disadarinya kemudian

Sebuah perumpamaan dari sebuah kehidupan yang dibangun di atas ketidak berdayaan iman memiliki dinding yang rapuh dengan langit-langit yang rendah
karena dimakan usia,
tidak memiliki penyangga,
dan tidak pula memiliki bahan utama untuk dijadikan bangunan baru pada lahan yang sama
ketidak berdayaan diri bukan karena kehendak Maha Pencipta,
ketidak berdayaan iman dalam menatap setiap persoalan membuat diri menjadi sengsara seperti kupu-kupu yang kembali menjadi kepompong yang dengan sayapnya semetinya terbang meninggi karena kelalaian hingga mati dan mengering
tidak ada yang dapat dipersalahkan melainkan diri sendiri
keutamaan ilmu adalah sebagai pengingat pada jalan Tuhan dan yang lainnya adalah untuk mendapatkan karunia-Nya
ketidak berdayaan diri karena tidak memahami sesuatu bukan tanpa sebab,
membuang waktu percuma dan melakukan banyak hal yang tidak berhubungan dengan pemahaman itu sendiri

Semasa diri dapat mengerti mengapa diri seperti tidak mengerti
jika Tuhan menghilangkan ingatan yang melekat pada diri barulah mencari kemana pengertian itu pergi
hal biasa yang membawa manusia mendekatkan diri pada Maha Pencipta karena karunia dan karena sengsara
pengetahuan membuat diri menjadi mengerti akan pentingnya kehidupan yang wajar dan tenteram tidak mencari-cari yang tidak sepantasnya dicari dan melepas sesuatu dengan penuh pertimbangan
berjalan dengan pikiran menabur benih kepolosan pada hati menghasilkan manfaat untuk hidup dan membawa bahagia kemanapun pergi
kecermatan ada pada hati,
kejernihan ada pada pikiran,
ketelitian ada karena pengetahuan,
ketiganya dapat memberikan peningkatan pada derajat hidup, derajat diri dan derajat materi
ketiganya merupakan bagian untuk menjalani  hidup

Tidak ada yang tidak berguna dan tidak ada yang paling berguna dari suatu kebendaan,
yang tidak berguna dapat menjadi berguna dan yang sebelumnya menjadi sangat  berguna satu saat akan menjadi tidak berguna semua terletak pada saat dan kepentingan
manusia akan terlepas dari kebendaan bila saatnya tiba dimana telah datang waktu yang memisahkan antara hakekat diri dan  derajat materi
banyak yang tetap mengikat diri dan tidak ingin melepas belenggu pengaruh kebendaan yang meski disadarinya seringkali ikatan itu mendatangkan kesengsaraan bagi jiwa
tidak ada diri yang terbebas lepas 100% dari kepentingan kebendaan kecuali dengan membebaskan hati agar tidak terikat
jadikan kebendaan sebagai mitra untuk mendekatkan diri pada Maha Pencipta dengan pendekatan yang benar
karunia untuk kebahagiaan bukan untuk disalah gunakan dan terbuang karena
salah dalam menafsirkan karunia
ada yang mencari-carinya kembali setelah waktu membawa pergi fungsi dan kepemilikan

Bagi keselarasan tercipta suatu keharmonisan yang bagi sebagian orang menjadi pencetus terbentuknya warna baru bagi jalan hidup yang disesuaikan dengan keadaan yang membawa perubahan dalam hal tertentu
keselarasan akan terjadi setelah melewati berbagai pertimbangan dimana ketidaksetaraan lebih dulu menjadi awal hingga terwujudnya berbagai bentuk yang
disadari mampu membuat keadaan menjadi lebih baik mengunjungi jiwa dengan kesetaraan antara kebaikan hati dan pikiran akan membuahkan berbagai keuntungan dan mampu membuat jiwa menjadi lebih bersabar
tak selamanya diri mampu menanggulangi berbagai ketidaksetaraan dalam pikiran yang merumuskan berbagai cerminan yang membedakan antara dua hal yang bertolak belakang
tak semestinya menjadikan diri sebagai pencetus ide akan terwujudnya berbagai sikap dari orang lain yang terkesan dipaksakan atau menjadikan diri sebagai sentral kebenaran yang juga dipaksakan
kesadaran jiwa tidak dapat dipaksakan,
karena kemurnian timbul dari ketulusan dan bukan dari sesuatu yang dipaksakan

Bagi jiwa yang senantiasa mendambakan sebuah keharmonisan di dalam berbagai harapan dan menjadi terwujud bila jiwa kembali memahami diri dan tidak memaksakan pihak manapun untuk hal apapun
kesetaraan timbul karena disetarakan,
keharmonisan timbul karena ada hal yang mampu menjadi harmonisasi yang dibangun diatas kesadaran
dunia memerlukan harmonisasi,
dan apapun  bentuk dari harmonisasi dunia yang ada itu karena campur tangan alam sebagai wadah dimana manusia berpijak
harmonisasi akan kembali menjadi destruktif dan tak beraturan apabila merubah segala susunan yang telah diatur dengan tanpa pemahaman yang dijalankan atas kehendak individualisme
bergunanya suatu keterikatan yang baik dan benar untuk menghindari timbulnya berbagai kehancuran yang seakan datang tiba-tiba padahal hal tersebut merupakan sebuah jalan yang telah tersusun banyak celah yang tanpa disadari menjadi arah hingga terbentuknya sebuah proses yang mampu menghancurkan sebuah harmonisasi yang terbangun lemah karena akar yang lemah

Agama membuat orang berpemahaman,
pemahaman membuat orang semakin kuat dalam agamanya
agama sebagai sarana mempercepat manusia untuk sampai pada jalan kemuliaan dimana tidak lagi berseberangan dengan kehendak Maha Pencipta dan pemahaman itu sendiri merupakan jalan atau cara untuk dapat melangkah di jalan kemuliaan
agama tanpa pemahaman sama artinya dengan berjalan di tempat
berbagi kehidupan dalam pemahaman adalah cara pemahaman itu berjalan
tidak menghendaki karena takut salah karena takut bersebrangan dengan kehendak Maha Pencipta sama pentingnya dengan berdiam diri untuk mengkaji agar terhindar dari musibah
hal baik belum tentu benar,
baik dan juga benar ada pada ketetapan yang dipahami dan berlaku secara legal
ketetapan pada manusia memiliki pola yang berbeda-beda
ada ketetapan ‘lurus’ yang berlaku tanpa batas waktu dan tertulis,
ada ketetapan ‘semu’ dimana ada ketetapan namun tak tertulis dan
ada ketetapan ‘antara’ yang merupakan bentuk penggabungan keduanya

Dimensi gerak manusia menjadikan diri pribadi dapat menjadi bagian keterikatan pengaruh dimensi individu lain
gerak dapat membawa gerak,
pikiran mempengaruhi pikiran,
ada pengaruh hal yang tidak disadari namun berpeluang besar dalam penyerahan dimensi diri pada individu lain
manusia merupakan bagian dari unsur yang tidak kasat mata yang merupakan pemberi warna yang kuat untuk setiap diri
dimensi adalah kekuatan yang mampu mempengaruhi, tidak terlihat namun mampu memberikan daya tertentu pada jiwa
unsur alam mampu membuat jiwa menjadi sesuatu yang berpeluang untuk menguasai atau dikuasai
tidak semua unsur alam membawa pada kebaikan jiwa
dimensi dapat dikelola pada jiwa hingga memberikan dorongan spiritual tertentu kepada individu tertentu
dimensi merupakan gabungan antara unsur jiwa, kodrati dan alam yang merupakan penggerak bagi jiwa dalam mengolah kodrat
kekeliruan memilih dimensi beresiko pada jiwa

Alam menyerahkan unsur-unsurnya  yang dapat diserap jiwa hingga terbentuk dan berfungsi bagi diri tetapi ada yang terbentuk malah merusak diri
jiwa dan alam saling berkaitan meski tanpa perjanjian yang disepakati untuk hidup berdampingan menjadi mahluk dan karya Maha Pencipta
hukum terus berjalan mengisi kehidupan manusia dan alam
alam tercipta dengan konsekuensinya,
manusia menjalani hidup dengan membawa konsekuensinya
hubungan manusia dan alam dapat diartikan sebagai satu kesatuan yang saling mengawasi sedikit saja kesalahan dapat memberikan dampak yang luas bagi kehidupan manusia
teropsesinya manusia dalam menguasai alam memberikan pengaruh negatif bagi banyak orang yang menaungi berbagai bentuk aktifitas yang bertujuan sama dan menjadi hal yang bertentangan untuk jiwa yang mencintai kehidupan alam
alam memberikan ketertarikannya pada manusia alam menjanjikan kebahagiaan dan pada masanya alam akan memberikan penyesalan pada manusia karena kesalahan memperlakukan alam

Tidak semua manusia berminat untuk menguasai alam tempat dimana manusia berpijak
alam dapat dijadikan sandaran untuk kehidupan turun temurun sebagai anugerah yang terawat
kepemilikan adalah sementara bentuk sebuah warisan yang layak dijaga keberadaannya dan bukan menjadi suatu yang menjauhkan diri dari rasa bersyukur kepada Pemilik alam semesta
kejatuhan manusia dapat disebabkan karena tak henti-hentinya menguras isi alam dan memanfaatkannya dengan tanpa pemahaman
sebagai mahluk yang mulia sudah sepantasnya manusia menjalin keharmonisan dengan alam dan bukan menjadikan alam hanya sebagai objek yang menguntungkan dari segi materi tanpa alam manusia bukan apa-apa alam yang mendorong manusia menjadi terpandang dan kaya raya,
alam menyerahkan apa yang dimilikinya pada manusia semakin cepat isi alam terkuras semakin cepat pula kekayaan materi diraih dan semakin cepat pula penderitaan kemanusiaan itu datang

Pemahaman makna hidup bukan hanya mesti digali pemahaman makna hidup bukan hanya mesti dihayati tetapi pemahaman makna hidup merupakan mata panah perjalanan hidup manusia yang mesti diasah setiap saat dimana keberadaan hakekat diri menjadi teraih dengan sasaran utamanya adalah kebahagiaan yang layak dihadapan Maha Pencipta
menggali pemahaman membutuhkan kejernihan pemikiran dan keteguhan dalam keyakinan yang kelak dapat membawa diri masuk dalam lingkar ketenangan yang bermakna, kebahagiaan yang memiliki rasa aman, serta keselarasan antara rasa syukur dan jalan hidup yang diatur-Nya
tak ada jiwa yang sanggup meraih pemahaman yang datang tiba-tiba tetapi banyak jiwa yang sanggup menerima materi yang banyak yang datang tiba-tiba
nilai hidup jauh diatas nilai materi,
keberadaan pemahaman makna hidup dalam jiwa akan membuat diri tidak memandang tinggi nilai materi
beban yang diberikan materi pada jiwa adalah beban lahir bathin dimana jiwa akan bertanggung jawab akan segala hal yang menyangkut materi dan dapat mengarah pada penderitaan yang panjang

Ada 4 faktor beban yang mesti ditanggung jiwa yang disebabkan karena materi :
  -  beban tanggung jawab kepemilikan
  -  beban individu karena ketertarikan
  -  beban perawatan
  -  beban keterikatan yang menguasai jiwa
menjauhkan hati dari belenggu duniawi memerlukan waktu, kesadaran, kesabaran, ilmu serta kejernihan pemikiran
banyak hal yang mesti dipertanyakan pada diri dan banyak hal yang mesti dijawab sendiri
keputusan adalah langkah hati dan pikiran yang juga mesti di pertanggung- jawabkan
melangkah tidaklah susah yang susah itu adalah disaat belajar melangkah,
mengatur jarak membuat diri waspada agar terbaca situasi yang mungkin terjadi
tidak disadari karena memang tidak dimengerti,
menjadi lupa karena lebih dulu menganggapnya tidak penting,
berbagai peristiwa yang terlihat, terdengar bahkan pernah dialami terkadang sering hanya menjadi sesuatu yang tak lebih dari sekedar kejadian biasa

Sifat dapat timbul karena keinginan yang dilandasi ketertarikan hati pada sesuatu ada yang telah berakar dan ada yang sepintas lalu namun mampu menciptakan getaran pada hati yang terkadang membimbing untuk mengadakan tindakan
lanjutan dari gerak hati tersebut
tidak semua gerak hati menuntun pada kenyataan seperti yang diharapkan
kesempatan untuk memberi ruang pertimbangan dalam pikiran untuk menjaga kemungkinan jauh lebih baik dari pada tidak sama sekali
berbagai pertimbangan akan membimbing gerak hati untuk tidak melampaui batas keinginan
kesempatan yang diberikan oleh waktu bagi diri untuk mengukur kemampuan yang menjadi sandaran dari kelebihan-kelebihan yang merupakan anugerah dari Maha Pencipta akan mendatangkan ingatan bahwa diri masih belum sebaik yang diharapkan
mengukur diri pada kekuatan alam dapat mengingatkan jiwa bahwa betapa kecil dan tak berdayanya diri dari antara ciptaan-Nya yang lain dimana kekuatan besar tersimpan dalam diam
tak selamanya diri ingat,
dan tak selamanya diri alpa pada kesungguhan langkah

Banyak yang tersimpan namun tak tergali dari karunia Maha Pencipta pada setiap diri yang dengan jalan tertentu dapat membawa pada pemanfaatan jati diri dalam mengolah karunia menjadi sumber pencerahan
tak tergali karena memang tak digali,
tak dikenal karena tidak berusaha untuk mengenal,
banyak potensi diri yang menjadi terbuang sia-sia hingga batas kehidupan diri menjadi berakhir
Hubungan jiwa dengan alam atau jiwa dengan jiwa dapat membawa diri melangkah menuju arah pada pengenalan diri kepada anugerah yang telah ada yang dijadikan-Nya sebagai sesuatu yang dapat membantu dalam menjalani kehidupan,
tak satupun potensi diri menjadi tampak apabila senantiasa membiarkannya terbenam dan tak dibiarkan untuk menunjukkan keberadaannya
dimensi negatif senantiasa membenamkan potensi positif murni diri dan memecah belah energi menjadi lemah, terurai, dan kalah dengan menggoyah hati dan pikiran pada kecendrungan yang berlaku umum dan salah,
dengan rintangan yang ditebarkan dimana-mana,
dengan mengecilkan kepercayaan diri,
dan akhir nya sampai kepada titik prasangka dengan menyalahkan Tuhan

Prinsip timbul karena keyakinan,
pendirian timbul karena keinginan untuk menegakkan suatu keputusan yang manusiawi
tidak mudah menjadikan diri berkeyakinan sekaligus berpendirian benar
dimensi dapat dipilih,
kemampuan jiwa menjadi kuat dengan kekuatan suatu keyakinan
dimensi negatif akan menjadi lemah saat jiwa tak lagi menginginkannya dengan kekuatan keyakinan bahwa hal itu merupakan pilihan yang benar
kesamaan jiwa dengan jiwa lain dalam menentukan sesuatu bukan berarti memiliki kesamaan pada bentuk dimensi yang berada pada diri
jalan benar mesti di tempuh,
meninggalkan jalan yang berseberangan dengan jalan Tuhan memerlukan keyakinan dan kepasrahan untuk rela diatur-Nya titik-titik pemahaman akan menyatu hingga membentuk satu kesatuan pemahaman yang luas namun tetap tak mampu membaca kesungguhan dari bentuk asli takdir ciptaan-Nya karena Dia Maha Pencipta maka kehendak-Nya adalah mutlak untuk setiap yang dikehendaki-Nya

Semakin jauh manusia menjalani kehidupannya dengan jumlah usia yang semakin bertambah semakin terlihat kualitas diri atas pemahaman yang diperolehnya tentang makna hidup
kebodohan bukanlah karena orang lain tetapi karena diri kurang memahami dan menyadari bahwa telah terjadi pembodohan atas diri sendiri
rasa ingin tahu yang berlebihan dapat membawa jiwa ke arah pemahaman tentang apa yang ingin diketahui namun hal itu bukanlah akhir dari bentuk yang sesungguhnya sejauh manusia berpengetahuan tetap tidak akan pernah mendekati kesempurnaan pengetahuan Tuhan namun anugerah pengetahuan tersebut dapat mengangkatnya kearah pengenalan diri di hadapan umum
jalan pengetahuan bermacam-macam semua pengetahuan membuat manusia berpengetahuan tak terbatas usia dan keberadaan kodrati
Ada 2 hal utama yang berhubungan dengan pengetahuan :
    - Pengetahuan yang dipegang teguh dan di lanjutkan
    - Pengetahuan yang disalahgunakan
membawa pengetahuan sama beratnya dengan menentukan kemana pengetahuan itu di arahkan semua tergantung jiwa, semua ada pada hati dan pikiran

Keingintahuan manusia akan sesuatu membawa pikiran menjadi terfokus dalam arahan sesuatu yang diminati tak diberikannya waktu yang sama antara kecendrungan dengan keengganan  merupakan bentuk dari salah satu sifat kodrati manusia,
sewajarnya bila penggalian pemahaman itu dilakukan untuk memperoleh hal baru yang lebih baik namun dengan tidak mengesampingkan hakekat diri dan kelayakan dihadapan Maha Pencipta
memahami sesuatu membuat langkah menjadi jelas dan waktu yang diperlukan semakin dimaknakan
tak sewajarnya bila terjadi pengesampingan pengetahuan untuk mencari bentuk baru dari sebuah ambisi yang terpacu pada angan yang melingkari pikiran dari cerminan sebuah kemegahan pribadi
nafsu dapat saja terbentuk melalui penglihatan, pendengaran, pengamatan dan pergaulan
sesungguhnya pengetahuan adalah anugerah dari Maha Pencipta yang memiliki kekuatan untuk jiwa dalam menjalani kehidupan dan konsekwensi akan terbentuk karena langkah
hal yang sering mengganggu langkah diri adalah diri sendiri tetapi dengan segala keberadaan dan pengetahuanlah yang mampu menjadi pegangan dikala goyah

Berjalan beriring dalam satu tujuan,
melangkahkan kaki dalam kesamaan hentakan,
mengharap keselarasan dapat teraih,
dan kebahagiaan akan terpancar dari wajah-wajah pemerhati yang merindukan tuntunan dan bimbingan dikala senang dan susah
berbagi kehidupan dalam pemahaman adalah cara pemahaman itu berjalan
agak sulit kiranya bila mengharap seseorang menjadi mengikuti apa yang kita inginkan dalam rasa dan dalam kebiasaan
tidak mudah menentukan arah tujuan hati seseorang bila langkah saja sudah berbeda
bahasa bisa jadi sama namun belum tentu sama dalam ketulusan serta kejujuran dalam kebersamaan,
mengkaji diri adalah jalan penginsyafan dimana waktu panjang menjadi dibutuhkan dan serta merta ketabahan menjadi pegangan untuk kembali tidak lagi senantiasa menyalahkan orang lain semata atas suatu kegagalan
langkah benar akan tercipta belakangan setelah kesalahan lebih dulu membuat catatannya
kebenaran pada diri adalah bentuk pengakuan yang membenarkan suatu kebenaran yang didasari keyakinan dan pengetahuan yang mendasar

Banyak kejadian yang terjadi dimuka bumi yang datang silih berganti,
berapa banyak kelahiran dan kematian anak manusia yang silih berganti
berapa banyak kejatuhan dari mereka yang awalnya berada pada ketinggian
dan berapa banyak kejadian yang menggambarkan kedatangan waktu yang begitu cepat pada diri yang mendatangkan perubahan
Tuhan Maha Pemberi Hikmah atas semua kejadian meski tak banyak yang mencoba mengambil hikmah dengan benar
kesadaran pada hakekat diri bukanlah sekedar ucapan melainkan mampu memberi dampak pada apa yang terjadi di muka bumi
kesadaran pada hakekat diri yang terabaikan mampu mendatangkan ketidak harmonisan pada sesama yang apabila dibiarkan dan semakin luas akan mampu
mendatangkan dampak negatif pada kehidupan di muka bumi
tidak ada yang sanggup memaksakan kembalinya suatu perubahan alami yang membawa kesejahteraan dan kedamaian yang berlangsung terus menerus selama masih mengikuti nafsu rendah penggerak nafsu yang melingkari jiwa dan berakar.

Ketidaktahuan diri akan hal buruk tidaklah lebih buruk dari yang mengabaikan sesuatu yang sesungguhnya telah diketahui bahwa hal itu adalah buruk
banyak yang terjadi yang berhubungan dengan hal buruk yang bukan disebabkan karena ketidaktahuan melainkan kesengajaan yang dilakukan diam-diam untuk menghindari jatuhnya harga diri
nilai hidup adalah sebuah norma kehidupan yang dibangun di atas kesadaran sebagai mahluk yang menjalankan segala aktifitas dengan baik dan terbuka untuk kebaikan diri dan sesama manusia dimana tidak berseberangan dengan jalan kemuliaan
nilai hidup dibangun diatas nilai diri yang tersusun dan tertata baik pada jalan Tuhan dan menjadikan diri sebagai mahluk yang senantiasa menyadari bahwa
segala yang terjadi bukanlah tanpa sebab,
dan Dia-Maha mengetahui segala,
nilai hidup merupakan nilai kejujuran bukan sesuatu yang dihasilkan dari yang tidak sepantasnya
keterbatasan pengetahuan manusia adalah kodrati yang tidak bisa dirubah,
meski terbatas namun sangat berguna untuk kehidupan dan bertahan dari segala hal yang menjatuhkan diri sendiri
ketetapan-Nya adalah takdir

Terkadang kita jatuh pada tempat yang sama dua kali atau terjatuh kali dua dengan kejadian yang hampir persis sama pada saat yang berbeda
tidak ada yang tahu mengapa kita memilih jatuh meski tidak terbayangkan sebelumnya
seringkali mata kita menjadi saksi atas kejadian yang tidak wajar dan bertentangan dengan hukum yang berlaku yang dilakukan oleh yang mengerti hukum
tidak banyak langkah yang akan diperoleh dari ketidakberdayaan kerena situasi yang menjadikan diri ada dalam keragu-raguan karena kurangnya rasa percaya diri meski yang akan dilakukan sesungguhnya merupakan hal benar
perhitungan bukanlah pertimbangan,
perhitungan akan menyangkut berbagai aspek termasuk dampak negatif yang langsung dirasa,
kesalahan dalam perhitungan dapat menyebabkan sengsara dimana pertimbangan yang menjadi pengambil keputusan
hidup membutuhkan perhitungan dan pertimbangan meski terkadang masih juga membuat diri jatuh walau keduanya dipergunakan,
pengalaman dan pemahaman dapat menjadi bahan penting yang berada dalam pertimbangan

Banyak dari kita membaca alam sebagai jembatan dalam mengelola hati menuju jalur penginsyafan tetapi banyak juga yang menjadikan alam sebagai pemandu yang akan membawa hati menuju pencapaian pemahaman hidup yang berakhir pada pendekatan murni kepada Maha Pencipta
alam terbaca oleh hati yang mampu membaca
gerak alam mampu mewakili jiwa pada satu keinginan yang begitu mendalam
tak ada satupun hati yang tak tergoda pada alam karena alam bagian dari kehidupan manusia
alam mampu menyejukkan hati,
mampu menjembatani sebuah kedamaian yang halus dan tanpa keterpaksaan
alam membiarkan manusia berpikir,
alam memberi apapun yang manusia inginkan tanpa imbalan namun cukup dengan kesadaran
alam mengajarkan kemurnian,
mengajarkan untuk menerima apa adanya,
serta mengajarkan tentang peresapan makna hidup yang dijalankan tanpa pamrih dan menunggu waktu kapan saatnya akan berakhir
alam memberitakan tentang kebijaksanaan, keikhlasan dan keadilan yang sesuai  kodrati sebagai mahluk ciptaan-Nya

Ketika manusia hendak merubah diri akan keberadaan sesuatu yang tidak menyenangkan maka hal yang biasa dilakukan adalah ingin hal tersebut menjadi cepat berubah, cepat terlihat perubahannya seperti yang diinginkan
tidak ada perubahan yang tidak membawa pengaruh,
tidak ada pengaruh apabila tidak mampu dipengaruhi,
sesuatu dapat memberi dampak pada sesuatu
cepat atau lambat akan terlihat bahwa segala yang alami jauh lebih baik apabila tidak semena-mena diperlakukan meski dengan niat yang baik untuk suatu perubahan
yang terlihat indah tidak selamanya akan terlihat indah semua ada batasan waktu dan fungsi
kembali menjernihkan pikiran sebelum terlanjur atas segala perlakuan hingga sesuatu tidak lagi menjadi kembali
tak dipungkiri bahwa manusia cenderung pada keindahan akan tetapi tidak semua yang indah itu membawa pada rasa aman
alam memberi banyak bukti dari setiap perlakuan manusia
hal terindah yang ada pada diri  adalah sesuatu yang tersimpan,
tetapi ia nampak melalui hati, pikiran dan perilaku bagi yang mampu membaca keindahan itu

Tak ada gambaran yang mesti digambarkan bila diri tak lagi mampu untuk melakukan penggambaran
waktu dan kesempatan bisa menjadi sangat berharga pada saat kebutuhan yang akan membela diri semakin sempit
kehidupan disepanjang usia berjalan adalah gambaran dan cermin di depan cermin
hati dan kejernihan pikiran menjadi penentu seberapa nilai diri sesungguhnya
kejujuran akan datang pada diri bila dia terpanggil,
kebenaran akan datang pada diri setelah melalui jalan panjang kebingungan karena ketidakpahaman yang mengarahkan diri sesaat pada persimpangan
kebenaran akan menjadi tergenggam bila telah hadir keyakinan setelah diri melalui celah persimpangan yang diarahkan pada ketetapan hati dari berbagai pilihan,
tetapi kebenaran akan kembali di uji pada tingkat kebenaran yang lebih tinggi karena kebenaran pada manusia bukanlah hal yang absolut kebenaran dapat menjadi perdebatan bila tidak satu pun menyentuh kebenaran yang sesungguhnya dimana akhir dari perdebatan bukanlah akhir  dari segalanya,
semua yang ada adalah milik Maha Pencipta

Tak henti-hentinya kejadian yang sama menjadi terulang meski dalam waktu yang berbeda, tak henti-hentinya pula banyak orang bertanya ada apa dengan alam ?
meski terulang namun masih saja tidak mau mengerti, meski tidak mau dihakimi dan dipersalahkan namun pada kenyataannya ada campur tangan tentang kejadian yang terjadi
Tuhan tidak mendatangkan malapetaka yang tanpa sebab,
tetapi mengapa banyak dari kita tak mau belajar tentang suatu sebab
bila bumi bisa bicara mungkin ucapan yang pertama dilontarkan pada kita adalah bagaimana bila bumi menjadi manusia dan manusia menjadi bumi tempat menampung segala kotoran dan perlakuan tidak wajar
pada dasarnya manusia memiliki prioritas terbaik dari Maha Pencipta berupa kewenangan untuk mengolah alam yang disertai dengan  penggalian pemahaman wewenang untuk hidup dimuka bumi dengan tidak melupakan kepentingan orang banyak dan alam itu sendiri tak banyak yang melakukannya dengan rasa adil dan bijaksana.

Manusia diberi kewenangan oleh Maha Pencipta menjadi mahluk yang mendapat sebagian dari apa yang diciptakan-Nya untuk dinikmati, dikumpulkan, diamalkan serta disyukuri semua itu membawa jiwa pada perbedaan yang mencolok antara jiwa yang taat pada-Nya dan yang tidak taat
kecendrungan mampu melupakan hakekat diri yang menjadi terabaikan,
kenikmatan sesaat menjadi prioritas sebagian orang dalam memenuhi kebutuhan jiwa yang dipengaruhi oleh dimensi diri
pemenuhan kebutuhan membawa cerita yang terkadang cerita itu menjadi ditiru bagi yang ingin juga merasakan
kecendrungan membawa jiwa pada penetapan jalan hidup sendiri yang benar benar dipilihnya dan menjadikan kecendrungan tersebut merupakan bagian dari belahan jiwa disamping hal lain yang sebagai pendamping
jiwa bisa menjadi sangat mulia dan bisa juga menjadi seperti orang yang menghilangkan kemuliaan sendiri
keinginan jiwa ada pada diri sendiri yang terpilih yang akan menjadi prioritas

Prilaku jiwa nampak pada diri,
prilaku dimensi mempengaruhi jiwa,
dimensi, jiwa, gerak diri, nilai diri hingga bentuk takdir adalah sebaris yang tidak pernah terlepas satu dengan lainnya tetapi menjadi terurai dan menjadi bentuk baru apabila tergantikannya akar jiwa yang disesuaikan pada pemahaman baru dan konsep yang baru yang dijadikan sebagai pengganti
mematikan akar jiwa yang tidak berguna tidaklah semudah menetapkannya,
demikian pula halnya pada sebuah pendirian yang coba ditegakkan dengan baik dan benar
tidak mudah memiliki keyakinan sekaligus berpendirian benar
menahan keinginan diri yang berlebihan tidaklah mudah bantuan pemahaman bisa saja datang namun kemampuan diri jauh lebih berkuasa dan sangat menentukan pada prioritas yang dipilih
keputusan ada pada hati,
hati sebagai penyelaras keinginan dan pengetahuan
kekuatan diri ada pada jiwa
kekuatan jiwa karena ada pengaruh dimensi

Tak heran apabila jiwa berharap akan adanya perubahan yang cepat karena memang kehidupan merupakan hal yang dinamis hari ini jatuh tetapi bisa saja hari esok merupakan hari kemenangan
tidak ada yang dapat memastikan bentuk takdir seseorang termasuk diri sendiri
tidak adanya perubahan pada diri dimata orang lain bukan berarti tidak ada perubahan sama sekali,
perubahan tidak mesti terlihat dan yang terlihat belum tentu menampakkan perubahan,
terkadang terasa bahwa diri berdiri pada tempat yang tidak semestinya dengan waktu yang membuat diri tidak dapat menahan lagi keadaan yang sedang dialami,
perubahan pemahaman dapat terjadi karena perubahan tingkat pemahaman
tidak ada yang statis pada manusia segalanya memberikan pengaruh untuk menjadi bahan yang layak untuk dijadikan pemikiran
tak selayaknya berdiam menanti giliran sedang diri tak melakukan gerak maju sama sekali.
kemajuan belum berarti kepastian meraih sebuah harapan

Banyak cara yang dijalani manusia untuk memperoleh berbagai bentuk keinginan yang sekiranya akan mendatangkan kebahagiaan dan kesejahteraan
kebahagiaan yang sesungguhnya ada pada hati,
tak pelak diri menjadi ragu-ragu akan meraih kebahagiaan apabila jalan hidup yang ditempuh dianggap jauh dari teraihnya kebahagiaan
jalan hidup bukanlah tujuan,
cara yang ditempuh belum memastikan akan teraihnya harapan di akhir
kepastian bukan milik diri,
kepastian bukan ada pada diri,
kepastian mutlak milik Maha Pencipta
sewajarnya manusia berusaha namun jangan terlepas pada hekakat diri diciptakan
senantiasa mengingat tujuan mula hidup adalah cara terbaik dalam menjalani hidup
tak terkendalinya diri sendiri hanya karena mengikuti hasrat dari penggerak nafsu membawa diri pada arah yang berseberangan dengan hakekat diri
tak jadi soal apabila dalam hidup sedikit mendapat penderitaan karena itu hanya sementara yang justru mampu menjadikan diri memiliki jiwa yang kuat dalam menata kehidupan yang tidak berseberangan dengan hakekat diri

Penderitaan memiliki banyak makna ada penderitaan fisik dan ada penderitaan bathin
penderitaan akan berkembang menjadi amat menderita bila jiwa tak ingin penderitaan itu diakhiri,
akhir dari suatu penderitaan berawal dikembalikannya rasa bersalah, rasa menyesal, dan rasa mengabaikan, pada suatu jalan penebusan semua kesalahan kepada Tuhan dengan cara ikhlas dan sungguh-sungguh
tidak ada penderitaan yang  tanpa memberikan tanda-tanda kedatangan,
demikian pula pada kebahagiaan dia datang akan tepat pada waktunya setelah melewati langkah kecemasan dan kepasrahan
bagi jiwa yang memahami penderitaan ataupun kebahagiaan hanyalah lewatan dalam kehidupan dan tidak ada yang sanggup mengundang kedatangan kebahagiaan menjadi lebih cepat seperti pengharapan pada kepergian suatu penderitaan
kebahagiaan atau penderitaan ada pada rasa,
tidak ada yang mampu menggantikan sebuah rasa - yang terasa itulah kenyataan,
tak terbuang suatu pemahaman tanpa membuatnya menjadi terbuang,
penghayatan sebuah makna hidup tak akan pernah bergeser dari sebuah kenyataan

Bila senja datang banyak harap yang dipanjatkan tak terbilang segala perhitungan mulai menjadi suatu yang sangat berharga
tak terbilang usaha yang bergulir dari sejak pagi hingga saat senja tiba
segala penderitaan, kebahagiaan, kebingungan dan harapan banyak mengisi waktu diantara pagi dan senja hari
Tuhan menebarkan segalanya dibumi,
terpungut oleh manusia,
termanfaatkan oleh manusia,
terbengkalai karena disia-siakan dan menjadi seperti sesuatu yang tanpa nilai
semua kembali kepada jiwa atas segala perlakuan,
yang terbimbing atau yang dibiarkan tak akan pernah sama antara dua hal yang memang telah diciptakan berbeda meski dapat disetarakan dan bukan berarti mampu menjadi sama
Tuhan tidak membeda-bedakan manusia dengan memberikan penderitaan atau kebahagiaan sesungguhnya manusialah yang meminta kepada-Nya atas penderitaan atau kebahagiaan
jalan takdir akan menjadi bentuk takdir dimana sebuah kenyataan akan menjelaskannya diakhir dari sebuah kebenaran atau kesalahan jalan takdir

Tak banyak yang menyadari bahwa langkah diri dapat menjadi hal yang menguntungkan tetapi banyak yang tidak menempuhnya karena telah terbiasa dengan mendahulukan prasangka karena terlalu banyak cerita yang berakhir dengan tidak baik
peruntungan tiap diri adalah berbeda-beda demikian pula pada panjang pendeknya langkah dalam meraih suatu keberhasilan
tak ada yang dapat menentukan bentuk sebuah takdir namun memperkirakan sebuah jalan takdir merupakan ilmu dari terbiasa diri menyatu dengan rasa, mengolah kepekaan serta membaca setiap gambaran yang terjadi
menghubung-hubungkan kejadian yang sesungguhnya tidak berhubungan hanya akan terjadi pada sebuah prasangka yang dibuat tanpa dasar ilmu dan bergantung pada dimensi yang menjerumuskan namun dianggap benar
membebaskan diri dari prasangka merupakan kebebasan jiwa dari kesempitan pengetahuan dan kesalahan intuisi dimana hati tak lagi bekerja dengan baik dalam menentukan arah pikir yang benar
tidak ada kebaikan yang sebenar-benarnya pada hati jika senantiasa menampung berbagai prasangka yang menjadi akar jiwa yang senantiasa dipertahankan dan menjadikannya suatu kebanggaan

Perubahan-perubahan yang terjadi pada diri memiliki dampak dalam berbagai segi sesuai kapasitas diri dalam lingkungan
tak terhindarnya perseteruan baik dan salah atau tinggi kepada rendah membawa banyak masalah yang menimbulkan keengganan untuk bekerja sama meski disadari bahwa keduanya saling berkaitan
kebenaran adalah hak bagi yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebenaran meski kebenaran merupakan hal yang relatif bagi pandangan manusia namun mampu membawa pada perbaikan dan keterbukaan
keengganan untuk membuka diri terlebih lagi yang menyangkut hal-hal buruk adalah manusiawi,
kesadaran jiwa tidak dapat dipaksakan,
kesadaran akan timbul dengan sendirinya bila dimulai dengan beberapa factor :
   -  goncangan pada jiwa karena permasalahan lama yang belum selesai
   -  pengaruh pada tingkat sosial dan dampak yang ditimbulkan
   -  menurunnya harga diri karena kesalahan sendiri
jiwa tumbuh laksana tanaman dan berfungsi seperti pengendali elektronik yang dirancang untuk berhubungan satu dengan lainnya yang memiliki kelenturan dan
kepekaan pada sesuatu yang diarahkan

Keterbukaan jiwa dalam menerima kebenaran merupakan bentuk kesadaran diri pada arah perbaikan tak ada gunanya menutup-nutupi kesalahan yang pada akhirnya akan terungkap,
menyelesaikannya lebih awal berarti memberi kesempatan yang banyak untuk menerima hal-hal baik
langkah diri tergantung jiwa,
langkah jiwa tergantung hati,
langkah hati ada pada akar jiwa yang mendominasi dimana pikiran telah bekerja patuh pada hati
nilai sebuah jiwa hanya jiwa yang tahu dan Tuhan bersaksi atas sebuah nilai jiwa
menutupi sesuatu tidak akan selamanya tertutupi ada saat dimana lewat celah lain yang akan membuka,
berbaik-baik pada hati adalah berbaik-baik pada takdir
langkah baik menuju takdir baik dimana kualitas ada pada ketulusan dan kesadaran kualitas dapat diciptakan sedangkan bahannya merupakan sesuatu yang dipilih untuk menjadi kombinasi yang mampu mendominasi dan menjadi teratas,
menjaga kualitas jiwa bukanlah hal mudah juga bukan hal yang sulit, 
jiwa dapat terjaga karena memang dijaga

Kaki pada tubuh manusia laksana tangga yang menopang anak tangga ia menjadi kokoh jika mampu berdiri dan menjalankan fungsi dengan baik
dalam kehidupan kaki diupamakan seperti sesuatu yang membawa pada arah yang menjadi tujuan hidup setiap jiwa jika tanpa kaki mungkin tangan akan berfungsi seperti kaki atau sesuatu yang menyerupai seperti kaki
kehidupan bukanlah hal yang mampu berdiri dengan sendirinya
kehidupan merupakan bentuk dari suatu kebijaksanaan untuk tujuan sebuah makna hidup
kehidupan menjadi tenteram apabila didalamnya mengandung senyawa kebaikan dan kejujuran
sungguh tidak berguna apabila kehidupan menjadi disia-siakan dengan melepas segala simbol-simbol penting kehidupan hingga kebersamaan menjadi tidak lagi selaras, pincang, tumpang tindih dan berakhir dengan saling menyalahkan,
semua dari kita adalah jiwa yang menjalani tanggung jawab tentang hidup sendiri yang masih terkait pada hubungan dengan lainnya
tak selamanya keberadaan hidup membawa makna hidup yang berdampingan dan sejalan

Sejauh pengetahuan dilepaskan atau sedekat pemahaman hidup ada pada jiwa akan tak terbatas cakrawala kekuasaan Maha Pencipta yang tidak pernah berujung pada kesimpulan yang sesungguhnya
kedekatan diri kepada-Nya mengarahkan pada ketinggian spritual yang membawa pada keluguan jiwa didalam kejernihan pikiran
jalan hidup bukan berarti sesuatu yang dapat dirancang oleh diri sendiri,
jalan hidup bagian yang tak terpisahkan dari kesatuan takdir yang telah ditetapkan dan yang akan ditetapkan-Nya
tak tergoyahnya jiwa dari bongkahan lapisan sisa-sisa kesalahan masa lalu dan tetap tegar pada kelurusan jalan hidup yang benar merupakan satu ciri kepasrahan diri pada aturan-Nya
hidup adalah misteri yang terbawa atau yang tidak sengaja terbawa pada diri,
langkah dapat menjadi sulit bila tak ingin hati pada perubahan yang mendasar dalam memahami hidup itu sendiri
jawaban yang diperoleh untuk setiap pertanyaan diri adalah cermin di depan cermin dimana akan dihasilkan bentuk sebuah kejujuran yang menggambarkan nilai diri sendiri

Meniti langkah yang masuk dalam pikiran untuk membuang jauh hal-hal buruk yang pernah terjadi merupakan dampak baik dimana jiwa tak ingin lagi seperti itu segala yang pernah terlewati akan memberi bekas pada ingatan meski terkadang hanya diri saja yang tahu apa yang sesungguhnya terjadi
setiap perubahan memerlukan proses dimana setiap jengkal langkah adalah pemikiran yang dikuatkan oleh pengalaman dan rasa untuk tidak mengalami kegagalan
tidak ada manusia yang sempurna namun tidaklah salah bila mengarah pada jalan kesempurnaan meski dengan satu sisi dari sebuah bentuk kepribadian yang benar
banyak hal-hal yang menggoda dalam setiap perbaikan tetapi banyak hal-hal yang mendukung agar perubahan baik akan terlaksana dengan benar
baik dan juga benar ada pada ketetapan yang dipahami dan berlaku secara legal
baik pada sisi manusia merupakan hal yang relatif namun mampu membawa pada arah kebaikan dan tingkat kebenaran yang lebih tinggi
kebenaran merupakan hasil pembelajaran pada jalan benar

Bila dikaji lebih dalam dengan kemampuan yang ada pada diri dan pengetahuan yang menjadi pembuka pada pemikiran akan diperoleh satu titik kesamaan dimana segala bentuk pemikiran akan senantiasa menemukan kelanjutannya sendiri-sendiri dan akan berakhir pada keberadaan rahasia kehendak-Nya
seperti sebuah bola dimana lingkarannya dapat dimulai dari mana saja dan dapat berakhir dimana saja namun perputaran itu membawa pada sebuah pertanyaan yang menyerupai batasan pengetahuan manusia yang tidak pernah akan selesai
dimana pengetahuan hanya menjadi penyelaras antara hati, pikiran, jalan hidup serta keimanan
tak akan berbekas langkah kaki jika kaki tidak menapaki sesuatu sebagai tempatnya berpijak,
hati dan pikiran akan mampu memberikan suatu yang bermanfaat apabila mengenai sasaran dan benar-benar dirasakan manfaatnya
jalan panjang sebuah pemikiran akan berakhir sesuai kemana pemikiran akan berakhir,
langkah membawa pada konsekwensi,
pikiran tergantung hati, dan hati mampu dipengaruhi pikiran

Banyak harapan ditebarkan dimuka bumi hampir semua mengarah pada kebahagiaan tidak satu pun diri yang terlahir minta diberikan keabadian penderitaan
terkadang harapan tidak searah dengan langkah karena langkah tidak diarahkan pada apa yang diharapkan
semua memerlukan ilmu,
dimana ilmu merupakan pembentuk pemahaman untuk meraih sebuah harapan, pengertian pada berbagai rumusan dari pengetahuan digunakan untuk meraih sebuah harapan kebahagiaan dan terus akan digali untuk memperoleh hal yang lebih baik
begitu banyak pengetahuan yang beredar dimuka bumi namun tidak mudah menentukan satu dari semua yang merupakan hal yang terbaik untuk diri
begitu juga banyak langkah yang menjadi berbelok setelah disadari bahwa itu bukanlah yang terbaik setelah disadari bahwa itu membawanya pada hal-hal yang tidak menyenangkan termasuk dapat membuat diri menjadi sengsara,
kesadaran akan datang diakhir kekeliruan

Bukanlah hal yang mengherankan bagi jiwa yang seringkali ada dalam suatu lingkup minat manusia yang didalamnya banyak mengandung hal-hal yang berkaitan dengan jalan yang kurang baik dimana hal tersebut bukanlah jalan yang seharusnya dijalankan oleh jiwa yang layak dihadapan Maha Pencipta,
tidak mudah menjadikan diri berkeyakinan sekaligus berpendirian benar
banyak hal-hal penting yang dilakukan yang tidak lebih penting dalam pencarian jalan kelayakan dihadapan Maha Pencipta
melepaskan sesuatu untuk mendapatkan yang lebih baik adalah hal yang manusiawi namun melepas dengan kasih dan bukan dengan dendam merupakan hal yang terbaik bagi jiwa yang senantiasa mencari hal baik dalam hubungan dengan sesama dan alam
tak dapat dipungkiri bahwa kejayaan seseorang akan melibatkan lelah dalam meraih kejayaan dan tak banyak yang tetap menghargai lelah pribadi dan orang lain dengan rasa bijaksana
khilaf mampu mengalahkan pemahaman dan pemahaman akan menjadi sedikit bergeser hingga banyak hati yang terkalahkan dimana nurani sebentar menjadi terdiam menunggu giliran

Cara-cara yang ditempuh untuk meraih suatu kejayaan tidaklah mutlak,
ada banyak cara didalam cara,
ada banyak pengetahuan untuk mengungkap sebuah cara,
cara bukanlah hal pasti,
cara hanya bentuk dari sebuah usaha dimana hasil akhir dapat ditempuh dengan berbagai cara,
tidak ada kebenaran yang absolut yang dikeluarkan dari pikiran seseorang melainkan anugerah Maha Pencipta sejatinya diri menghargai cara-cara yang ada walau tak sama dengan cara yang biasa dilakukan diri
langkah hidup manusia adalah cara bagaimana dia memahami sesuatu yang digunakan dalam menjalani hidup dan untuk bertahan hidup
terlalu banyak cara dalam menjalani hidup bukanlah akan menghasilkan banyak keinginan melainkan membuat jiwa terkadang menemui banyak persimpangan yang dikhawatirkan menjadikan langkah tersendat pada jalan yang singkat,
tidak semua jalan singkat adalah sesat

Keragu-raguan mampu mengalahkan pengetahuan namun pengalamanlah yang menjadi tumpuan untuk menepis keragu-raguan
semesta banyak memberikan pengetahuan yang ditangkap oleh pengetahuan
sedikit tabir akan terbuka tentang ilmu yang tersembunyi yang menjelaskan bahwa segalanya dapat dipelajari dari suatu ciptaan  Maha Pencipta
keragu-raguan tidak akan menjelaskan segala yang dibutuhkan,
membimbing diri sendiri untuk berkeyakinan benar adalah tindakan menghilangkan banyak masalah yang dihubung-hubungkan dengan keragu-raguan
hampir setiap masalah memiliki proses penyelesaian yang diakhiri dengan kepastian yang pada awalnya belum teryakini bahwa masalah itu dapat menjadi
selesai
hidup tidak dapat dijalani dengan keragu-raguan karena hidup itu sendiri merupakan kepastian yang akan terus berjalan meski hati memiliki banyak  keragu-raguan akan kemampuan sendiri untuk dapat bertahan hidup
keragu-raguan bukanlah jalan penyelesaian yang mampu memberikan ketenangan hati keragu-raguan harus diperjelas dengan kepastian

Tersingkirnya hati karena keinginan sendiri hingga tidak satu orang pun mampu memberikan suatu ketetapan yang menetapkan hati kecuali diri sendiri
pengaruh bisa datang dari luar namun ketetapan ada pada hati sendiri hingga kenyataan membuktikan bahwa penderitaan ataupun kebahagiaan yang sesungguhnya hanya diri yang rasa
tidak banyak waktu untuk memahami semua yang ingin dipahami karena keterbatasan adalah kodrati manusia
jalan singkat menuju pemahaman makna hidup dapat diperoleh dari keterbukaan diri dan bukan memutar balikkan fakta
keterikatan hati pada kejernihan pemikiran mampu menepis keragu-raguan meskipun tidak mampu diri dalam memastikan sesuatu yang akan terjadi
ada saat dimana jiwa benar-benar ingin diperhatikan dengan segala perhatian dan perlakuan baik,
bagi kebersihan jiwa akan memperhatikan segala yang ada yang mampu terbaca dari noda yang sempat mampir singgah walau sesaat
tidak ada kebersihan yang benar-benar bersih dengan senantiasa bersih,
kebersihan yang terbaik adalah pikiran yang baik

Mengacaukan susunan pada tingkat kebersihan jiwa membuat jiwa menjadi rancu karena tercampurnya unsur-unsur yang belum bersih menjadi terpakai dan dominan
 jiwa tidak mudah menjaga kebersihan diri secara total
diri merupakan bagian dari materi yang mesti dijaga hingga mampu berfungsi seperti kodratnya
kesanggupan jiwa dalam mengatasi diri sendiri adalah kesanggupan diri dalam beradaptasi yang menghasilkan manfaat bagi jiwa untuk menjernihkan hati dan pikiran yang masih dapat memberikan ruang dari pengaruh yang kuat yang menggoyahkan keduanya
berdiam diri untuk membuka hati atas semua yang mampu terbaca merupakan cara terbaik untuk menjaga dan memperkuat jiwa dalam melaksanakan fungsi utama jiwa
semua keluh kesah yang tanpa penyelesaian menjadikan jiwa sedikit tergoyah dalam keyakinan kepada Tuhan dan berpendirian lemah
kesabaran membuat keadaan menjadi lebih baik dan mampu menjaga kebersihan jiwa atas hati dan pikiran
tak semua langkah hati memiliki ketetapan yang benar bila tanpa dilandasi dengan ilmu yang benar
tak semua langkah hati mengarah pada kejernihan dalam menentukan arah sebuah ketetapan

Bila keyakinan diri kepada Tuhan mulai bergeser dan pendirian tidak lagi menjadi tegar maka kegalauan dan masalah akan datang silih berganti tindakan jiwa tidak lagi mengarah pada ketaatan kepada Tuhan dengan kelurusan yang semestinya serta banyak hal yang mesti diselesaikan menjadi terbengkalai dan menumpuk
pembelaan Tuhan kepada mahluk-Nya merupakan pembelaan untuk setiap masalah yang dihadapi cepat atau lambatnya pertolongan Tuhan dalam pandangan manusia tidaklah sanggup dipastikan,
Tuhan memilih waktu-Nya dengan tepat,
masalah dibuat oleh jiwa,
masalah dihadapi oleh jiwa,
banyak jiwa menghindari masalah namun bukan berarti terbebas lepas dari masalah
setiap peristiwa memberikan gambaran dan bagaimana kemampuan diri menyelesaikan sebuah masalah,
yang tak terpikir terkadang mampu menyelesaikan masalah,
yang terpikir terkadang mampu menyelesaikan masalah dan terkadang juga jauh dari penyelesaian masalah

Jiwa terkadang memilih langkah secepat keinginan dengan perasaan mampu atas kesanggupan tertentu dan hal itu bisa jadi merupakan kebiasaan,
walau terbiasa namun bukan berarti akan selamanya tidak mengalami kegagalan
bersabar untuk bepikir serta mengkaji kembali bentuk-bentuk pengalaman merupakan hal yang dapat menjaga hasil akhir dari kegagalan
berpikir cepat adalah baik namun lebih baik menatanya dengan kecermatan
banyak langkah yang telah dijalani dan berujung pada penderitaan hanya karena kecepatan berpikir yang tanpa penataan kecermatan
pada manusia ada waktu dimana tidak semua waktu berpihak baik bagi jiwa
banyak kegagalan dialami dari mereka yang telah berulang kali meraih keberhasilan yang terkadang meremehkan situasi  karena diri merasa mampu mengatasi persoalan
khilaf mampu mengalahkan pemahaman karena tidak mudah jiwa untuk senantiasa mengendalikan diri dari bentuk situasi yang berbeda
kembalinya jiwa kedalam kesadaran merupakan sikap baik untuk menjaga diri dari benturan situasi yang mengarah pada jiwa

Bila hati dalam persimpangan dimana sulit untuk mengambil keputusan jalan yang termudah untuk keluar dari persoalan adalah kembali menenangkan diri dengan meraih hati dan kejernihan pikiran
larut lebih dalam hingga menenggelamkan kejernihan pikiran selamanya tidak akan memperoleh kebenaran dari jalan pemecahan sebuah persoalan
membuat persoalan menjadi sulit merupakan tindakan dari pemikiran yang mengacaukan susunan dari kebersihan hati dan pikiran dimana tanpa disadari bahwa mengacaukan susunan tersebut merupakan tindakan pembodohan pada diri sendiri hingga tidak adanya bentuk keberhasilan yang bermakna yang diperoleh jiwa
keberhasilan tidak selamanya berbentuk materi,
keberhasilan tidak selamanya berbentuk pemahaman,
tetapi keberhasilan yang sesungguhnya merupakan wujud dari pengendalian diri dengan cara yang benar, dijalan yang benar dan segala yang diperolehnya menjadi bermanfaat bagi sesama
tidak ada hal yang lebih bermanfaat dari pada keikhlasan dalam bentuk pemberian yang diterima dengan kebahagiaan dalam waktu yang tepat

Tanpa terasa jiwa telah jauh melangkah melalui banyak peristiwa disepanjang usia berjalan serta tanpa disadari semakin jauh pemahaman tentang kehidupan telah diperoleh,
pemahaman mengenai duniawi yang membawa berbagai peristiwa yang membahagiakan ataupun penderitaan,
pemahaman mengenai keberadaan diri dalam berbagai situasi yang mengantar pada keadaan dimana diri harus terjaga dari segala kemungkinan,
pemahaman mengenai langkah diri sendiri dalam hal kasih sayang kepada sesama atau segala yang menyangkut keterikatan perasaan kepada orang lain,
pemahaman mengenai kegagalan yang terjadi dan terbaca tentang segala penyebabnya dan banyak lagi yang masuk dalam pemahaman diri dalam berkehidupan
usia banyak mengantarkan rencana-rencana yang dapat dilalui dengan kemungkinan teraihnya berbagai kesuksesan namun usia baru akan disadari oleh beberapa jiwa tentang waktu yang diberikan Tuhan itu disaat menjelang keberadaan diri hampir mendekati selesai dan disaat bencana menghancurkan rencana
usia adalah anugerah waktu dari-Nya yang mestinya dipahami

Hidup adalah saat dimana waktu diperlukan untuk dapat memahami arah makna hidup dimana kehidupan merupakan bentuk dari suatu kebijaksanaan untuk tujuan sebuah makna hidup hakekat diri terisi dengan keikhlasan serta kelurusan hidup pada jalan Tuhan dimana kepasrahan dalam berserah diri kepada-Nya adalah akhir dari setiap permulaan
jatuh bangunnya jiwa dalam menjalani hidup merupakan hal yang biasa dalam kecendrungan masing-masing kembali berdiri tegak dan melangkah maju dengan membawa bekal pemahaman dari penyebab kejatuhan terdahulu dan ditambah dengan segala yang dibutuhkan dimasa depan merupakan bentuk perjuangan jiwa dalam mengatasi rasa takut dalam berkehidupan
orang akan mengerti ‘benar’ apabila telah mengetahui hal salah
banyak waktu yang dibutuhkan untuk dapat mengetahui dan mengatakan ‘itu benar’ atau ‘itu salah’ karena tidak mudah menjadikan diri berkeyakinan sekaligus berpendirian benar
kebenaran memang hal yang relatif namun belajar pada kebenaran Tuhan adalah hal yang semestinya

Hiruk pikuk jalan kehidupan manusia dan segala yang diraih dari apa yang dijalankan mampu memberikan kebaikan pada jiwa bagi yang melangkah dengan segala kehati-hatian dan perhitungan agar tidak berbenturan pada jalan Tuhan
usia manusia sangatlah singkat dibanding dengan usia dunia,
cerita dunia senantiasa terulang meski dengan sedikit warna yang berbeda
jalan takdir manusia tidaklah sama namun pada dasarnya keberadaan manusia sama-sama menjalani hidup dan berkehidupan dimuka bumi
pencarian kebahagiaan bisa sampai kemana saja tak terbatas waktu dan situasi meskipun bentuk rasa bahagia itu tidaklah nyata
bahagia ada di hati mengapa mencarinya diluar hati
usia manusia begitu singkat bila ingin meraih segala kebahagiaan duniawi
senantiasa mengingat tujuan mula hidup akan membuat diri tersadar dari segala yang pernah dilakukan dan yang akan dilakukan tak penting pada penderitaan duniawi yang singkat dan dari  segala harsrat yang cepat pergi namun penting bagi ingatan diri bahwa suatu saat akan kembali kepada-Nya dengan segala konsekwensi yang meliputi diri

Berangan-angan menyelusuri mimpi tidak lebih baik  daripada memohon kepastian dari sebuah jalan kebenaran yang ditunjuki-Nya
sejauh manusia bepikir, sejauh manusia membuka hati, sejauh langkah diayunkan dan sejauh angan ditinggikan tidaklah menjadi kenyataan apabila Maha Pencipta tak menghendaki itu menjadi terlaksana
makna akan terambil dari sebuah hikmah dan hikmah ada pada setiap kejadian
kembali mengingat pada awal kejadian manusia yang dijadikan - Nya membuat diri menjadi mawas diri bahwa Dia-Maha Tahu
tak ada gunanya menjalani hidup tanpa arah yang jelas dimana jiwa membawa diri melangkah pada arah yang berseberangan dengan jalan Tuhan
hidup manusia cuma sebentar,
kesan yang terbawa dari bahagia yang teraih akan hilang pada saatnya,
kesan yang ditinggalkan sedikit demi sedikit menjadi memudar dan terlewati oleh cerita baru dari warna-warna duniawi yang datang
============== ooo ===============
Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment